Cape Verde Guncang Piala Dunia: Juara Eropa Spanyol Tertahan 0-0
Baca dalam 60 detik
- Cape Verde menahan imbang Spanyol 0-0 pada debut Piala Dunia mereka, menunjukkan pertahanan disiplin dan kiper veteran Vozinha yang tampil gemilang.
- Spanyol gagal mencetak gol dalam 2.500 operan terakhir di Piala Dunia, memperpanjang rekor buruk mereka di turnamen ini.
- Hasil ini menjadi kejutan besar mengingat peringkat FIFA Cape Verde yang jauh di bawah Spanyol, serta membuka peluang bagi tim underdog di Piala Dunia 2026.

Debutan Piala Dunia, Cape Verde, sukses menahan juara Eropa Spanyol tanpa gol dalam laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di Atlanta, Senin (15/6) waktu setempat. Hasil imbang ini menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen, mengingat kesenjangan peringkat FIFA yang sangat lebar antara kedua tim.
Kiper veteran Vozinha, yang genap berusia 40 tahun pada 3 Juni lalu, menjadi pahlawan dengan melakukan tujuh penyelamatan gemilang dari 27 percobaan Spanyol. Penampilannya mengingatkan pada kiper legendaris Pat Jennings dari Irlandia Utara yang membuat 10 penyelamatan saat melawan Brasil di Piala Dunia 1986, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-41. Vozinha menjadi pemain tertua kedua yang menjalani debut Piala Dunia, setelah Essam El-Hadary (45 tahun) bersama Mesir pada 2018.
Yang lebih mencengangkan, Cape Verde hanya melakukan satu pelanggaran sepanjang pertandingan—rekor terendah sejak 1966. Pelanggaran yang dilakukan Sidny Lopes Cabral di babak pertama itu berbuah kartu kuning. Disiplin tinggi ini menjadi kunci keberhasilan mereka membendung serangan Spanyol yang mendominasi penguasaan bola.
Kegagalan Spanyol mencetak gol bukanlah hal baru. Sejak kemenangan di final Piala Dunia 2010 atas Belanda, La Roja hanya memenangi 3 dari 12 pertandingan Piala Dunia. Mereka tersingkir di fase grup pada 2014, dan dua kali kandas di babak 16 besar pada 2018 dan 2022. Catatan start buruk juga menghantui: hanya 3 kemenangan dalam 15 laga pembuka Piala Dunia terakhir. Ironisnya, salah satu kekalahan itu justru terjadi pada 2010, yang berakhir dengan gelar juara.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi pengingat bahwa sepak bola penuh kejutan. Tim-tim kecil seperti Cape Verde mampu bersaing dengan raksasa Eropa berkat organisasi pertahanan yang solid dan semangat pantang menyerah. Pelajaran berharga bagi pengembangan sepak bola nasional, di mana disiplin taktik dan mentalitas bisa menjadi pembeda di level tertinggi.
Ke depan, Spanyol harus segera bangkit jika ingin lolos dari grup. Sementara itu, Cape Verde membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan. Mampukah mereka melanjutkan kejutan ini? Ataukah Spanyol akan kembali ke jalur kemenangan seperti pada 2010? Piala Dunia 2026 masih panjang, dan cerita baru tengah ditulis.



