Southgate Tolak Jadi Komentator Piala Dunia Demi Timnas Inggris
Baca dalam 60 detik
- Gareth Southgate memilih tidak menjadi komentator televisi selama Piala Dunia 2026 agar tidak mengganggu konsentrasi tim yang pernah ia latih.
- Mantan manajer Inggris itu mengaku sudah menghadiri tujuh edisi Piala Dunia sebelumnya dengan berbagai peran, mulai dari pemain hingga pelatih.
- Southgate optimistis skuad asuhan Thomas Tuchel siap merebut gelar juara dunia setelah nyaris di edisi-edisi sebelumnya.

Gareth Southgate memutuskan untuk tidak tampil sebagai komentator atau analis selama Piala Dunia 2026. Mantan manajer timnas Inggris itu menilai kehadirannya di layar kaca justru bisa menjadi distraksi bagi skuad yang kini diasuh Thomas Tuchel.
Keputusan ini diumumkan Southgate melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia mengaku sudah menghadiri tujuh edisi Piala Dunia sebelumnya dengan berbagai peran: sebagai pemain, penyiar, pemandu bakat, dan terakhir sebagai manajer. “Kali ini saya sengaja tidak ambil bagian di televisi. Saya tidak ingin ucapan saya disalahartikan atau dipakai sebagai bahan konferensi pers,” tulis Southgate.
Pria 55 tahun itu mundur dari kursi manajer Inggris setelah kekalahan di final Euro 2024 melawan Spanyol. Selama delapan tahun menukangi The Three Lions, ia memimpin 102 pertandingan dan membawa tim ke final dua Piala Eropa serta semifinal Piala Dunia 2018. Prestasi itu menjadikannya manajer Inggris paling sukses sejak Sir Alf Ramsey yang membawa pulang trofi Piala Dunia 1966.
Southgate menegaskan keyakinannya bahwa timnas Inggris saat ini sudah “siap menang” Piala Dunia. “Mereka sudah melewati banyak rintangan—adu penalti, semifinal, nyaris juara. Mereka sudah siap,” ujarnya. Ia juga mendoakan agar para pemain menikmati turnamen dan tetap fokus.
Pernyataan Southgate ini muncul di tengah sorotan terhadap tekanan psikologis yang dihadapi pemain Inggris. Pekan lalu, gelandang Jude Bellingham mengakui bahwa “ekspektasi” membuat tim kurang kompak di Euro 2024. “Kami tidak bermain bagus, bahkan saat menang pun rasanya tidak bahagia,” kata pemain Real Madrid itu dalam sebuah wawancara.
Bagi publik Indonesia, keputusan Southgate bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya menjaga jarak dari sorotan media demi stabilitas tim. Di tengah euforia Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, sikap Southgate menunjukkan bahwa peran pasca-kepelatihan tak kalah strategis. Ia memilih menjadi penonton setia di tribun, bukan komentator di studio.
Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama dengan 48 tim peserta. Inggris tergabung di Grup B bersama Kroasia, Ghana, dan Panama. Pertandingan perdana melawan Kroasia akan berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Texas, pada 21 Juni pukul 21.00 BST (22.00 WIB).
Dengan mundurnya Southgate dari panggung komentar, publik bertanya-tanya: akankah ia kembali ke kursi manajer di masa depan? Atau justru langkah ini menjadi awal dari karier baru di luar sepak bola? Yang jelas, untuk saat ini, Southgate memilih “menjauh dari jalan” tim yang pernah ia besarkan.



