Jude Bellingham: Dari Pahlawan Euro ke Perebutan Tempat di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Bintang Real Madrid itu harus membuktikan diri kembali setelah performa meredup pasca-Euro 2024.
- Persaingan dengan Morgan Rogers dan pendekatan keras Thomas Tuchel membuat posisinya di Timnas Inggris tidak lagi aman.
- Bellingham diyakini akan menjadi faktor kunci jika mampu tampil maksimal di Piala Dunia 2026.

Jude Bellingham, yang pernah menjadi pahlawan Inggris dengan tendangan salto spektakuler di Euro 2024, kini menghadapi tekanan besar untuk membuktikan kembali kualitasnya di Piala Dunia 2026. Dua tahun setelah momen ikoniknya, pamor gelandang Real Madrid itu meredup di tengah persaingan ketat dengan Morgan Rogers dan pendekatan tanpa kompromi pelatih Thomas Tuchel.
Bellingham akan memulai laga perdana Inggris melawan Kroasia di Dallas pada Rabu (11/6) dengan misi mengembalikan kejayaannya. Ia berhasil memenangi persaingan memperebutkan posisi gelandang serang di belakang kapten Harry Kane, namun perjalanannya tidak mudah. Tuchel, yang dikenal tegas, menolak menerapkan sistem bintang dan lebih memilih pemain berdasarkan performa, bukan reputasi.
Hubungan antara Bellingham dan Tuchel sempat renggang. Tuchel bahkan pernah meminta maaf setelah mengungkapkan bahwa ibunya sendiri menganggap perilaku Bellingham di lapangan "menjijikkan" usai kekalahan persahabatan dari Senegal. Lebih jauh, Tuchel sempat mencoret Bellingham dari skuad untuk laga persahabatan melawan Wales dan kualifikasi Piala Dunia melawan Latvia pada Oktober lalu, meski pemain 23 tahun itu ingin bergabung setelah pulih dari operasi bahu.
Statistik menunjukkan Bellingham hanya tampil sebagai starter dalam sembilan dari 20 pertandingan Inggris sejak final Euro 2024. Cedera bahu dan hamstring, serta keputusan Tuchel, membuat karier internasionalnya terputus-putus. Namun, sejak tiba di Amerika Serikat setelah musim yang naik-turun di Real Madrid, Bellingham tampak bugar, termotivasi, dan mulai menyatu dengan skuad Tuchel.
Mantan kiper Inggris Paul Robinson, yang menjadi analis BBC Radio Five Live, menilai Bellingham telah menunjukkan performa terbaiknya dalam laga uji coba melawan Selandia Baru dan Kosta Rika. "Dari apa yang kami lihat dan dengar dari kamp, Inggris mendapatkan Jude Bellingham versi lama untuk Piala Dunia. Dia tampak fit dan fokus seperti yang sudah lama tidak terlihat," ujar Robinson. Ia menambahkan bahwa Bellingham memiliki "sesuatu yang tidak dimiliki orang lain" dan pengalamannya di turnamen besar serta Liga Champions menjadi nilai tambah.
Namun, Robinson juga mengingatkan bahwa Bellingham tidak bisa merasa aman. "Harry Kane tidak tergantikan, tapi Bellingham tidak. Ada Morgan Rogers. Akan melemahkan Inggris jika dia tidak bermain, tapi dia bukan pemain yang tak tergantikan," tegasnya. Sementara itu, rekan setim Jordan Henderson menyebut Bellingham sebagai pemain dengan "X Factor" yang mampu memberikan momen-momen besar.
Bellingham sendiri mengakui bahwa tim Inggris kurang kompak di Euro 2024. "Kami melakukan beberapa hal yang salah di luar lapangan. Saya rasa grup tidak terhubung sebaik yang seharusnya," katanya dalam wawancara dengan Lions' Den. Kini, dengan pendekatan Tuchel yang lebih disiplin, Bellingham berharap bisa tampil dengan senyuman dan ketajaman seperti dulu.
Bagi Indonesia, perjalanan Bellingham menjadi cerminan bagaimana tekanan dan persaingan ketat dapat membentuk karakter pemain top. Di tengah gairah sepak bola global, kisah ini mengingatkan bahwa bahkan bintang terbesar pun harus terus membuktikan diri.
Pertanyaan besarnya: akankah Bellingham mampu menjawab keraguan dan menjadi motor utama Inggris menuju gelar Piala Dunia pertama sejak 1966? Atau justru persaingan dengan Rogers akan menjadi batu sandungan? Jawabannya akan mulai terlihat di Dallas.



