John Herdman Dinilai Mampu Wujudkan Mimpi Indonesia ke Piala Dunia 2030
Baca dalam 60 detik
- Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan optimistis John Herdman bisa membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030, merujuk pada progres positif di FIFA Series dan FIFA Matchday.
- Herdman dinilai unggul secara kualitas dibanding Patrick Kluivert, terutama dalam pendekatan taktik dan komunikasi dengan pemain, serta rekam jejak meloloskan Kanada ke Piala Dunia 2022.
- Target ambisius PSSI ini akan diuji melalui rangkaian turnamen seperti Piala AFF, Piala Asia 2027, dan Kualifikasi Piala Dunia 2030.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8077680/original/086437300_1780923463-20260608AA_PMPC_Timnas_Indonesia-14.jpg)
Keyakinan bahwa Timnas Indonesia mampu menembus Piala Dunia 2030 semakin menguat di kalangan pengamat sepak bola nasional. Ronny Pangemanan, pengamat yang akrab disapa Bung Ropan, menilai pelatih John Herdman memiliki kapasitas untuk merealisasikan target ambisius yang dicanangkan PSSI tersebut.
Sejak menukangi Skuad Garuda pada Januari 2026 menggantikan Patrick Kluivert, Herdman telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Dalam FIFA Series Maret lalu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Indonesia sukses melaju ke final setelah mengalahkan St. Kitts and Nevis. Meski harus puas sebagai runner-up setelah kalah tipis 0-1 dari Bulgaria, performa tim dinilai cukup solid. Pada FIFA Matchday terbaru, Indonesia mencatat dua kemenangan beruntun melawan Oman (peringkat 79 FIFA) dan Mozambik (peringkat 101), yang mendongkrak peringkat FIFA Indonesia dari 122 ke 118.
Menurut Ropan, perbedaan signifikan terlihat dari pendekatan Herdman dibandingkan pendahulunya. โTerlihat sekali jauh sekali pendekatan terhadap pemain, bagaimana bermain dengan skemanya, taktik. John Herdman tuh di atas Patrick Kluivert secara kualitas,โ ujarnya dalam kanal YouTube tvOneNews. Ropan menyoroti gaya komunikasi Herdman yang aktif di pinggir lapangan, berbeda dengan Kluivert yang cenderung pasif. โJustin Hubner habis bikin gol dia panggil ke pinggir lapangan. Lalu mereka bicara. Begitu pula dengan Ole Romeny juga dia panggil. Itu baru namanya pelatih,โ tambahnya.
Rekam jejak Herdman menjadi modal berharga. Ia sebelumnya berhasil membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah absen selama 36 tahun. Sebaliknya, Kluivert tidak memiliki prestasi serupa bersama Curacao. โJohn Herdman datang setelah menangani dan meloloskan Kanada ke Piala Dunia 2022. Mereka mungkin menunggu waktu selama mungkin 40 tahun lebih. Jadi memang beda secara level kualitas,โ tegas Ropan.
Meski demikian, Ropan mengakui bahwa perbandingan langsung antara Herdman dan Kluivert tidak sepenuhnya adil. Kluivert menangani tim pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026, sementara Herdman baru menjalani FIFA Series dan FIFA Matchday. Namun, ia optimistis bahwa jika Herdman ditunjuk sejak awal menggantikan Shin Tae-yong, hasilnya bisa lebih baik.
Ke depan, Herdman dan pasukannya akan menghadapi serangkaian ujian berat, termasuk Piala AFF, FIFA ASEAN Cup, Piala Asia 2027, dan puncaknya Kualifikasi Piala Dunia 2030. Pertanyaan besarnya, apakah konsistensi performa yang ditunjukkan dalam dua ajang terakhir dapat dipertahankan dalam kompetisi yang lebih ketat? Jika Herdman mampu membawa Indonesia bersaing di level Asia, bukan tidak mungkin mimpi tampil di Piala Dunia 2030 akan terwujud.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429535/original/006642200_1764596719-marcos_2.jpg)