NGX Dorong Integrasi Pasar Modal Nigeria-UAE, Siapkan IPO Dangote Refinery
Baca dalam 60 detik
- Ketua NGX Group mengusung kerja sama bilateral dengan bursa Abu Dhabi untuk memperkuat konektivitas pasar Afrika-Timur Tengah.
- Pasar modal Nigeria mencatat kapitalisasi ganda lipat, didorong reformasi ekonomi dan minat investor asing.
- IPO Dangote Refinery, proyek raksasa kontinental, berpotensi melakukan pencatatan ganda di pusat keuangan global.

Ketua Nigerian Exchange Group (NGX Group), Dr Umaru Kwairanga, mendorong penguatan kerja sama pasar modal antara Nigeria dan Uni Emirat Arab (UAE) dalam kunjungannya ke Abu Dhabi Securities Exchange (ADX) pada Jumat lalu. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis menjembatani integrasi keuangan antara Afrika dan Timur Tengah di tengah meningkatnya minat investor terhadap aset-aset emerging market.
Dalam pertemuan dengan jajaran direksi ADX, Kwairanga membahas sejumlah peluang investasi, termasuk program pertukaran pengetahuan dan pelatihan. Ia menekankan bahwa kemitraan dalam pengembangan produk dan pencatatan saham lintas batas dapat memperkuat integrasi pasar. βIni untuk memperkuat integrasi pasar antara Afrika dan Timur Tengah,β ujarnya dalam pernyataan resmi.
Pasar modal Nigeria sendiri tengah berada dalam fase ekspansi signifikan. Kwairanga mengungkapkan bahwa kapitalisasi pasar dan indeks acuan telah lebih dari dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan kembalinya kepercayaan investor. Salah satu katalis utama adalah reformasi ekonomi yang digulirkan pemerintah Presiden Bola Tinubu, termasuk kebijakan yang menarik minat investor Abu Dhabi.
Perhatian utama tertuju pada rencana Initial Public Offering (IPO) Dangote Refinery, yang disebut Kwairanga sebagai proyek kontinental dengan potensi investasi luar biasa. Pihak NGX tengah menjajaki kemungkinan menggelar roadshow di UAE untuk menarik investor Timur Tengah. βMudah-mudahan kilang minyak ini, salah satu yang terbesar di dunia, akan mempertimbangkan pencatatan ganda,β kata Kwairanga, merujuk pada opsi dual listing di pusat keuangan global.
Langkah NGX ini sejalan dengan African Exchanges Linkage Project, inisiatif yang menghubungkan bursa-bursa di Afrika untuk mendorong perdagangan intra-Afrika. Kwairanga optimistis diskusi dengan ADX akan membuka peluang kolaborasi baru, termasuk melalui platform Tabadul. Ia juga memuji ketahanan ekonomi UAE di tengah ketegangan geopolitik kawasan, yang menurutnya mencerminkan fondasi kuat yang dibangun para pemimpinnya.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi upaya integrasi pasar modal Asia-Afrika. Dengan semakin terkoneksinya bursa-bursa di kawasan Selatan, peluang diversifikasi investasi dan likuiditas lintas batas kian terbuka. Pertanyaan selanjutnya: akankah bursa-bursa Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengikuti jejak NGX dalam menjalin kemitraan serupa dengan mitra di Timur Tengah?



