GCR Naikkan Peringkat Wema Bank ke A/A1: Modal Kuat, Kinerja Moncer
Baca dalam 60 detik
- Lembaga pemeringkat GCR menaikkan peringkat Wema Bank Nigeria menjadi A/A1 dengan prospek stabil, didorong perbaikan posisi kompetitif dan permodalan.
- Rasio kecukupan modal inti bank melonjak ke 27,8% setelah injeksi ekuitas Rp3,2 triliun, sementara aset tumbuh 41% menjadi Rp82 triliun.
- Peringkat baru ini mencerminkan ketahanan laba dan likuiditas yang solid, meski rasio kredit bermasalah masih di atas rata-rata industri.

GCR Ratings (GCR) menaikkan peringkat penerbit skala nasional jangka panjang dan pendek Wema Bank Plc menjadi A(NG) dan A1(NG) dari sebelumnya BBB+(NG) dan A2(NG), dengan prospek stabil. Langkah ini menandai pengakuan atas penguatan fundamental bank swasta Nigeria tersebut di tengah persaingan sektor perbankan yang ketat.
Menurut keterangan resmi GCR, peningkatan peringkat didorong oleh posisi kompetitif Wema Bank yang membaik serta penyangga modal yang lebih kuat pasca-rekapitalisasi. Bank yang dikenal dengan strategi digitalnya ini juga dinilai memiliki kapasitas laba yang solid, struktur pendanaan yang stabil, dan profil risiko yang moderat.
Wema Bank mencatatkan pertumbuhan aset total sebesar 41% menjadi 5,0 triliun naira (sekitar Rp82 triliun) per Desember 2025, dengan pangsa pasar sekitar 2% dari total aset industri. Pendapatan operasional melonjak 74% menjadi 446,2 miliar naira. Alhasil, Return on Equity (ROE) dan Return on Adjusted Assets (ROAA) masing-masing tercatat 31,3% dan 3,4%, unggul dibandingkan pesaing.
GCR menyebutkan bahwa ekspansi fisik, strategi penetrasi ritel, dan kemitraan terarah akan terus mendorong skala dan efisiensi dalam 12โ18 bulan ke depan. Dari sisi permodalan, bank menerima tambahan ekuitas sebesar 193,5 miliar naira pada 2025, sehingga modal saham mencapai 260,6 miliar naira. Rasio modal inti GCR diperkirakan tetap berada di kisaran 23%โ25% selama periode tinjauan, dengan catatan tidak ada pertumbuhan aset tertimbang menurut risiko yang tak terduga.
Meski demikian, GCR mencatat bahwa cakupan cadangan kerugian pinjaman berdasarkan IFRS 9 untuk kredit Stage 3 sebesar 66,3% per Desember 2025 masih di bawah rata-rata industri. Namun, profil risiko bank dinilai stabil dengan rasio kredit bermasalah dan kerugian kredit masing-masing 4,9% dan 1,7%, serta risiko konsentrasi lawan transaksi yang relatif rendah berkat diversifikasi portofolio pinjaman.
Pinjaman dalam valuta asing meningkat menjadi 20,9% dari total pinjaman bruto (dari 17,1% di 2024), tetapi risiko nilai tukar sebagian tereduksi karena penyaluran kepada obligor yang memiliki arus kas valas. GCR memperkirakan metrik kualitas aset akan tetap pada level saat ini selama periode prospek.
Pendanaan Wema Bank didominasi simpanan nasabah yang mencakup lebih dari 90% total pendanaan selama tiga tahun terakhir. Per Desember 2025, simpanan nasabah tumbuh 30,3% menjadi 3,2 miliar naira, ditopang oleh pertumbuhan basis ritel yang fokus pada dana murah. Proporsi rekening giro dan tabungan (CASA) naik ke 82,3% dari 78,9%. Rasio cakupan aset likuid terhadap simpanan nasabah dan pendanaan grosir masing-masing tercatat 68,6% dan 19,9 kali.
Prospek stabil mencerminkan ekspektasi bahwa laba, kualitas aset, dan likuiditas bank akan bertahan pada level saat ini. GCR memperkirakan rasio modal inti berada di kisaran 23%โ25% dalam 12โ18 bulan ke depan. Pertanyaannya, akankah Wema Bank mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ini di tengah tekanan persaingan dan risiko makroekonomi Nigeria?



