Atlet Skotlandia 'Mariah Cleggy' Raih Emas di Commonwealth Games, Seperti Messi di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Stephen Clegg memenangkan medali emas 50m gaya bebas S14 di Commonwealth Games Glasgow 2026, memperbaiki perak yang diraihnya empat tahun lalu.
- Perenang dengan distrofi makula Stargardt ini mengalahkan ekspektasi setelah menjalani operasi bahu pasca-Paralimpiade Paris 2024.
- Pelatihnya menganalogikan Clegg seperti Lionel Messi yang tampil maksimal hanya di momen besar, dan komparasi itu terbukti di Tollcross.

Glasgow, Skotlandia — Stephen Clegg, perenang Skotlandia yang akrab disapa “Mariah Cleggy” oleh pelatihnya, membuktikan diri sebagai atlet panggung besar. Pada Selasa (15/7/2026) malam, ia menyabet emas nomor 50 meter gaya bebas S14 Commonwealth Games di Tollcross, mencatat waktu 24,73 detik — setengah detik lebih cepat dari catatan terbaiknya sepanjang tahun.
Kemenangan ini menjadi yang ketujuh bagi Skotlandia sebagai tuan rumah setelah lima hari kompetisi. Clegg sebelumnya meraih perak di nomor 100m gaya bebas S14 pada malam pembukaan. Namun, emas kali ini terasa istimewa karena ia hampir menyerah musim ini. Cedera bahu pasca-double emas Paralimpiade Paris 2024 memaksanya menjalani operasi kecil, namun dampak fisik dan mental masih membekas.
Menariknya, pelatih Clegg menjuluki atletnya “diva” dan kerap membandingkannya dengan bintang sepak bola Lionel Messi. “Pelatih saya bilang hal konyol, bahwa Messi hanya tampil di Piala Dunia. Maksudnya, pengalaman saya memungkinkan saya tampil di momen besar meski sepanjang musim saya berenang payah,” ujar Clegg kepada BBC Sport Scotland. Malam itu, ia membuktikan diri tidak sekadar hadir, tapi mendominasi.
Clegg juga harus melewatkan pernikahan saudarinya demi persiapan Commonwealth Games. Emosi itu meluap saat lagu kebangsaan Skotlandia berkumandang. “Saya mulai gemetar dan hampir menangis. Perasaan ini tidak bisa saya ungkapkan. Bahkan emas di Paris tidak bisa mengalahkan momen ini,” tuturnya.
“Setiap kali saya mencoba mengartikulasikannya, saya tak mampu. Ini pengalaman sekali seumur hidup.”
Prestasi Clegg menjadi cermin perjuangan atlet difabel visual di berbagai negara. Di Indonesia, cabang olahraga renang Paralimpiade juga berkembang, meski keterbatasan fasilitas dan deteksi dini penyakit seperti Stargardt masih menjadi kendala. Atlet seperti Clegg membuktikan bahwa diagnosis bukanlah akhir, melainkan awal dari ketangguhan—sebuah pesan yang relevan bagi komunitas disabilitas di Tanah Air.
Ke depan, Clegg akan membidik kejuaraan dunia dan Paralimpiade Los Angeles 2028. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan konsistensi seperti Messi yang selalu tampil di level tertinggi? Ataukah momen Glasgow ini hanya sekadar kilas balik sementara cedera kembali menghantuinya?



