Roma Incar Ezzalzouli, Harga €60 Juta Jadi Batu Sandungan
Baca dalam 60 detik
- AS Roma memasukkan nama Abde Ezzalzouli dalam daftar buruan, namun banderol €60 juta dari Real Betis dianggap terlalu mahal.
- Pemain sayap Maroko itu mencatatkan 15 gol dan 13 assist musim lalu, menarik minat klub Premier League seperti Aston Villa dan Newcastle United.
- Cedera lutut menjelang Piala Dunia 2026 membuka peluang pasar, tetapi negosiasi masih terganjal ekspektasi harga yang tinggi.

AS Roma harus berpikir ulang untuk mendatangkan Abde Ezzalzouli dari Real Betis setelah klub asal Spanyol itu membanderol pemain sayap Maroko sebesar €60 juta. Angka tersebut dinilai terlalu tinggi bagi Giallorossi yang tengah berhemat di bursa transfer.
Laporan dari jurnalis Il Tempo, Filippo Biafora, menyebut pendekatan awal sudah dilakukan Roma terhadap pemain berusia 24 tahun itu. Ezzalzouli dianggap sebagai alternatif Antonio Nusa dari RB Leipzig yang juga masuk radar klub ibu kota Italia. Kini, kabar dari lingkungan Fabrizio Romano, Matteo Moretto, mengonfirmasi bahwa sang pemain masuk dalam daftar incaran pelatih Daniele De Rossi.
Permasalahan utama tetap pada banderol yang dipasang Real Betis. Jika harga itu tak kunjung turun, peluang Ezzalzouli berseragam Roma nyaris tertutup. Musim lalu, ia tampil gemilang dengan torehan 15 gol dan 13 assist dalam 43 pertandingan kompetitif, menjadikannya salah satu pemain sayap paling produktif di La Liga.
Fleksibilitas Ezzalzouli yang bisa bermain di sisi kiri maupun kanan membuatnya menjadi incaran banyak klub. Aston Villa dan Newcastle United dilaporkan telah menyatakan minat pada musim panas ini. Persaingan dari Premier League bisa membuat harga semakin melonjak.
Pemain timnas Maroko itu seharusnya menjadi bintang di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, cedera lutut yang dideritanya saat laga uji coba melawan Norwegia memaksanya mundur dari skuad pada menit-menit akhir.
Di Indonesia, minat terhadap Serie A tetap tinggi, terutama setelah kehadiran beberapa pemain Asia di kompetisi tersebut. Ezzalzouli sebagai pemain Afrika dengan darah Maroko juga menarik perhatian karena banyak diaspora Maroko di Asia Tenggara. Jika transfer ini terwujud, ia bisa menjadi duta baru Liga Italia di kawasan—sekaligus menunjukkan bahwa Serie A masih mampu bersaing dengan Premier League di pasar bakat Afrika.
Namun, dengan harga yang disebut-sebut, Roma kemungkinan besar akan mencari alternatif yang lebih murah. Antonio Nusa dari RB Leipzig, yang dibanderol sekitar €30-40 juta, bisa menjadi pilihan realistis. Pertanyaannya, apakah Real Betis bersedia menurunkan harga atau Roma akan mengalihkan fokus ke target lain? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan langkah selanjutnya.



