Misteri Api di Rumah Fia: Tim UGM Temukan Resin PVC, Tapi Bukan Pemantik Utama
Baca dalam 60 detik
- Tim PKPE FT UGM mengidentifikasi resin PVC pada residu kebakaran rumah Fia di Sleman, yang mudah terbakar namun membutuhkan pemicu eksternal.
- Peneliti memastikan api tidak berasal dari gas alam, medan elektromagnetik, atau self-ignition; sumber pemicu masih belum terungkap.
- Hasil riset telah diserahkan ke BPBD Sleman untuk investigasi lanjutan, meninggalkan pertanyaan tentang asal pemantik api.

Tim peneliti dari Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan bahwa fenomena api misterius yang melanda kediaman Mutfiana alias Fia di Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak muncul secara spontan. Temuan kandungan resin poly vinyl chloride (PVC) pada residu kebakaran menjadi petunjuk kunci, namun para ahli menegaskan bahwa zat tersebut memerlukan pemantik dari luar untuk dapat menyala.
Melalui metode Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), tim PKPE menemukan residu resin PVC yang menempel pada permukaan dinding keramik, kayu, dan tripleks di rumah Fia. Resin ini, menurut Asisten Profesor Departemen Teknik Geologi UGM Sarju Winardi, diduga berasal dari campuran solvent atau zat pelarut yang lazim ditemukan pada lem atau cat. "Residu dari poly vinyl ini adalah sisa dari solid material. Sumber api justru berasal dari campuran solvent-nya," ujar Sarju di kampus UGM, Sabtu (14/6).
Meski demikian, Sarju menekankan bahwa solvent tidak dapat mengalami self-ignition atau terbakar dengan sendirinya pada suhu kamar. "Solvent inilah yang terbakar, tetapi terbakarnya solvent itu ada pemantiknya. Ini harus dipantik oleh sesuatu yang kami tidak tahu," jelasnya. Tim PKPE mengakui bahwa investigasi mereka tidak menjangkau identifikasi pemantik tersebut, sehingga penyebab awal api masih menjadi teka-teki.
Koordinator PKPE, Alva Edy Tontowi, menambahkan bahwa timnya telah mengesampingkan berbagai kemungkinan lain berdasarkan prinsip segitiga api. Pengukuran medan elektromagnetik di lokasi menunjukkan level aman, tidak ada anomali termal, dan tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami. "Sumber api bukan dari rembesan gas alam dari bawah lantai, dan tidak ada bukti kuat bahwa api muncul karena pemantik elektromagnetik," kata Alva saat membacakan kesimpulan riset, Sabtu (13/6).
Fenomena api misterius di rumah Fia telah menarik perhatian publik dan otoritas setempat sejak pertama kali dilaporkan. Dengan diserahkannya hasil penelitian ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, masyarakat berharap ada kejelasan lebih lanjut. Namun, tim PKPE mengakui bahwa misteri pemantik api masih belum terpecahkan, membuka peluang bagi investigasi lanjutan oleh pihak berwenang.
Ke depan, pertanyaan kunci yang mengemuka adalah: apa atau siapa yang menjadi pemantik api di rumah Fia? Apakah ada faktor eksternal yang belum terdeteksi, atau justru ada unsur kesengajaan? Hingga BPBD Sleman merilis temuan lanjutan, teka-teki ini masih menyisakan ruang untuk spekulasi dan penelitian lebih dalam.



