ICC Yakin Piala Dunia T20 Wanita Tak Tergerus Popularitas Piala Dunia Sepak Bola
Baca dalam 60 detik
- Penjualan tiket Piala Dunia T20 Wanita di Inggris telah menembus rekor sebelumnya, mencapai sekitar 220.000 dan ditargetkan 300.000.
- Kepala Eksekutif ICC Sanjog Gupta menegaskan perbedaan jam tayang dengan Piala Dunia FIFA membuat kedua ajang bisa berjalan beriringan tanpa saling mengganggu.
- Kemenangan telak Inggris atas Sri Lanka yang diwarnai abad ke-105 Danni Wyatt-Hodge diharapkan mendongkrak minat penonton di sisa turnamen.

Piala Dunia T20 Wanita 2026 di Inggris dipastikan tidak akan tergerus popularitas Piala Dunia sepak bola pria yang berlangsung di Amerika Utara. Kepala Eksekutif International Cricket Council (ICC), Sanjog Gupta, menyatakan kedua ajang olahraga global itu dapat berjalan beriringan tanpa saling mengalahkan.
Gupta menekankan perbedaan zona waktu menjadi faktor kunci. “Piala Dunia FIFA di AS, Kanada, dan Meksiko disiarkan pada jam tayang yang sangat berbeda dengan Piala Dunia T20 Wanita di Inggris dan Wales,” ujarnya kepada BBC Sport. Ia menambahkan bahwa penjualan tiket justru menunjukkan tren positif, bukan sebaliknya.
Data terbaru mencatat penjualan tiket turnamen ini telah menembus rekor sebelumnya untuk Piala Dunia T20 Wanita. Hingga saat ini, angka penjualan mencapai sekitar 220.000 tiket, dan ICC menargetkan angka 300.000—hampir dua kali lipat jumlah penonton edisi 2020 di Australia yang mencapai 150.000.
Pembukaan turnamen di Edgbaston, Birmingham, pada Jumat lalu menyedot 14.865 penonton. Meski stadion belum penuh, angka itu dianggap cukup menggembirakan. Sementara itu, pertandingan ganda di Old Trafford pada Sabtu diperkirakan dihadiri sekitar 8.000 orang, termasuk laga Irlandia vs Skotlandia dan Australia vs Afrika Selatan.
Berbeda dengan Piala Dunia 50-over 2017 yang digelar di stadion berkapasitas lebih kecil, edisi kali ini memanfaatkan venue-venue kriket terbesar di Inggris. Konsekuensinya, banyak kursi kosong yang harus diisi. Tiket untuk laga unggulan India vs Pakistan di Edgbaston pada Minggu masih tersedia, demikian pula untuk sejumlah pertandingan Inggris dan mayoritas laga non-tuan rumah.
Kemenangan telak Inggris atas Sri Lanka dengan selisih 87 run pada laga pembuka diharapkan menjadi magnet tambahan. Bintang kriket Danni Wyatt-Hodge mencetak 105 run tanpa tersingkir—sebuah pencapaian yang disebutnya sebagai “mummy hundred” karena dipersembahkan untuk putrinya. “Atmosfernya luar biasa. Penonton bersorak dan itu membuat saya merinding. Semoga mereka yang menonton di TV terinspirasi untuk datang langsung,” kata Wyatt-Hodge.
Bagi Indonesia, ajang ini menjadi pengingat akan potensi besar kriket wanita di tingkat global. Meski Timnas Kriket Wanita Indonesia belum berlaga di panggung sebesar ini, perkembangan penonton dan investasi di negara-negara seperti Inggris, Australia, dan India bisa menjadi tolok ukur. Federasi Kriket Internasional (ICC) terus mendorong pertumbuhan kriket wanita, termasuk melalui turnamen seperti ini yang menawarkan hadiah dan eksposur signifikan.
Ke depan, tantangan terbesar penyelenggara adalah mempertahankan momentum setelah babak grup. Jika cuaca mendukung dan tim tuan rumah terus tampil impresif, bukan tidak mungkin target 300.000 penonton tercapai. Pertanyaannya, akankah Piala Dunia T20 Wanita mampu mencuri perhatian di tengah hiruk-pikuk sepak bola global? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



