Dua Pemain Muda Keturunan Siap Perkuat Lini Depan Timnas Indonesia: Mitchell Baker dan Luke Vickery Segera Jadi WNI
Baca dalam 60 detik
- PSSI mempercepat proses naturalisasi dua penyerang muda keturunan, Mitchell Baker (19 tahun) dan Luke Vickery (20 tahun), untuk memperkuat Timnas Indonesia di berbagai turnamen 2026.
- Kedua pemain, yang masing-masing bermain di liga universitas AS dan Liga Australia, diharapkan menjadi solusi atas ketergantungan lini depan Garuda pada Ole Romeny.
- Jika klub mereka mengizinkan, Baker dan Vickery kemungkinan besar akan debut di Piala AFF 2026 atau FIFA ASEAN Cup, menambah daya gedor tim asuhan John Herdman.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)
PSSI bergerak cepat menambah amunisi lini depan Timnas Indonesia dengan mengakselerasi proses naturalisasi dua pemain muda keturunan, Mitchell Baker dan Luke Vickery, yang diharapkan segera memperkuat Skuad Garuda di sejumlah turnamen bergengsi tahun ini.
Kedua pemain tersebut telah mendapat persetujuan dari Komisi X DPR RI dan tinggal menunggu tanda tangan presiden untuk resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan, melalui kanal YouTube Bung Ropan, mengonfirmasi bahwa proses naturalisasi berjalan lancar dan diperkirakan rampung dalam waktu dekat. "Setelah DPR menyetujui, tahap selanjutnya akan cepat bergulir setelah presiden tanda tangan," ujarnya.
Mitchell Baker, penyerang berusia 19 tahun, saat ini memperkuat Georgetown University di liga universitas Amerika Serikat. Sementara Luke Vickery, 20 tahun, bermain untuk Macarthur FC di Liga Australia. Keduanya disebut memiliki naluri gol yang tajam dan diharapkan menjadi jawaban atas pergumulan panjang Timnas Indonesia yang selama ini bertumpu pada Ole Romeny di lini depan. Kehadiran mereka diyakini akan menambah variasi serangan dan kedalaman skuad.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah memberikan lampu hijau kepada Baker dan Vickery untuk berlatih bersama tim saat FIFA matchday melawan Oman dan Mozambik. Menurut Ronny Pangemanan, kedua pemain sangat antusias dan termotivasi setelah merasakan atmosfer tim nasional. "Mereka gembira bisa bergabung dan semakin termotivasi untuk segera memperkuat Garuda," kata pria yang akrab disapa Ropan itu.
Jika klub masing-masing memberikan izin, Baker dan Vickery kemungkinan besar akan dimainkan di Piala AFF 2026โajang yang belum pernah dimenangkan Indonesia sejak pertama kali digelar pada 1996. "Kalau mereka bisa bermain di Piala AFF, lini depan kita sudah pasti lebih gacor," tegas Ropan. Namun, jika belum, keduanya akan dipersiapkan untuk FIFA ASEAN Cup pada September dan Oktober mendatang.
Langkah naturalisasi ini menjadi bagian dari strategi PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia menghadapi agenda padat tahun 2026, termasuk Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030. Dengan tambahan dua penyerang muda berbakat, diharapkan Skuad Garuda tidak lagi bergantung pada satu pemain di lini depan dan memiliki opsi taktik yang lebih fleksibel.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah: mampukah Baker dan Vickery beradaptasi dengan cepat dan membawa Indonesia meraih gelar pertama di Piala AFF? Atau justru mereka akan menjadi investasi jangka panjang untuk turnamen-turnamen berikutnya?



