Timnas Indonesia Bukan Lagi Tim Gampangan: Siap Bersaing di Piala Asia 2027
Baca dalam 60 detik
- Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand pada Piala Asia 2027.
- Pengamat Divaldo Alves menilai perkembangan talenta lokal dan naturalisasi membuat Garuda kini disegani.
- Duel melawan Thailand dan Qatar menjadi kunci peluang Indonesia lolos ke fase gugur.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7850682/original/021382300_1780673642-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-11.jpg.jpeg)
Timnas Indonesia tidak lagi dipandang sebagai tim pelengkap di kancah sepak bola Asia. Keyakinan itu muncul setelah hasil undian Piala Asia 2027 menempatkan skuad Garuda di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Meski grup tergolong berat, optimisme membuncah berkat transformasi kualitas pemain dalam beberapa tahun terakhir.
Pengamat dan pelatih nasional Divaldo Alves menilai perkembangan pesat talenta lokal yang dipadukan dengan kehadiran pemain naturalisasi telah mengubah persepsi terhadap Timnas Indonesia. Menurutnya, tim asuhan John Herdman kini memiliki daya saing yang jauh berbeda dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. “Indonesia sudah bukan tim yang gampangan,” tegas mantan pelatih Persijap Jepara itu.
Divaldo menyoroti keberhasilan Timnas Indonesia U-23 yang menembus semifinal Piala Asia U-23 2024 sebagai bukti nyata peningkatan kualitas. Sejumlah pemain dari generasi itu kini menjadi andalan di tim senior. Kombinasi dengan pemain naturalisasi seperti Jay Idzes dan lainnya membuat kedalaman skuad semakin kokoh.
Jepang tetap dianggap sebagai lawan terberat di grup. Samurai Biru memiliki tradisi kuat di Piala Asia dengan empat gelar juara, meski terakhir kali meraihnya pada 2011. Sementara itu, Qatar datang sebagai juara bertahan setelah menaklukkan Jepang di final 2019 dan Yordania pada 2023. “Qatar juga setiap tahun bagus. Kita lihat di Piala Dunia bagaimana mereka bermain,” ujar Divaldo.
Pelatih John Herdman menyambut positif hasil undian ini. Ia menilai peluang untuk melangkah lebih jauh tetap terbuka meski berada di grup berat. Fokus utama adalah meraih hasil positif melawan Thailand dan Qatar. Divaldo menekankan bahwa dua laga tersebut akan menjadi penentu. “Lawan Thailand ini kesempatan besar buat kita. Melawan Thailand dan Qatar kalau sukses dua-dua itu, menang dua tim itu, ya lawan Jepang memang berat,” paparnya.
Format turnamen memberikan dua tiket otomatis ke babak knockout bagi juara dan runner-up grup. Satu tim peringkat ketiga terbaik juga berhak melaju. Dengan persaingan yang ketat, setiap poin menjadi krusial. Divaldo optimistis jika Indonesia mampu mengalahkan Thailand dan Qatar, peluang lolos ke fase gugur terbuka lebar.
Pertanyaan besarnya kini: apakah konsistensi permainan dan mentalitas juara yang sudah terbangun mampu membawa Garuda melangkah lebih jauh dari sekadar peserta? Jawabannya akan teruji di lapangan hijau Arab Saudi awal tahun depan.



