Pakistan Bantah Ikut FIFA ASEAN Cup 2026: Kabar Partisipasi Masih Spekulasi
Baca dalam 60 detik
- Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF) secara resmi membantah pemberitaan yang menyebut timnas mereka akan berlaga di FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia.
- Klaim partisipasi Pakistan berasal dari jurnalis lokal yang mengaitkannya dengan hubungan pribadi Presiden PFF dan FIFA, namun belum dikonfirmasi.
- Jika benar ikut, Pakistan akan menjadi tim terlemah kedua di turnamen dengan peringkat FIFA ke-198, hanya unggul dari Timor Leste.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7850682/original/021382300_1780673642-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-11.jpg.jpeg)
Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF) menepis kabar yang menyebutkan bahwa timnas senior mereka akan ambil bagian dalam FIFA ASEAN Cup 2026 yang rencananya digelar di Indonesia. Melalui pernyataan resmi di media sosial, PFF menegaskan bahwa informasi yang beredar luas itu hanyalah spekulasi yang belum mendapatkan konfirmasi dari pihak federasi.
Turnamen anyar yang digagas FIFA tersebut dijadwalkan berlangsung pada jeda internasional, 21 September hingga 6 Oktober 2026. Indonesia disebut-sebut akan menjadi tuan rumah untuk Divisi 1 yang kabarnya diikuti oleh delapan negara. Namun, kejelasan peserta masih menjadi tanda tanya besar setelah PFF angkat bicara.
"Spekulasi mengenai rencana Pakistan di masa mendatang yang ramai dibicarakan di media sosial belum mendapat konfirmasi dari PFF," tulis akun resmi PFF, @TheRealPFF. Mereka meminta publik untuk melakukan klarifikasi langsung kepada federasi sebelum menyebarkan informasi lebih lanjut.
Kabar awal mengenai partisipasi Pakistan pertama kali disebarkan oleh jurnalis Pakistan, Faizan Lakhani dari Geonewsurdu. Melalui akun X-nya, Lakhani mengklaim bahwa Pakistan telah menerima undangan FIFA dan akan menghadapi tim-tim seperti Indonesia, India, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Ia juga menyebut bahwa keikutsertaan ini merupakan hasil dari hubungan pribadi antara Presiden PFF, Mohsen Gillani, dengan FIFA, dan dinilai sebagai kemenangan diplomatik besar bagi sepak bola Pakistan.
Pernyataan PFF ini menjadi tamparan bagi narasi yang dibangun Lakhani. Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari FIFA maupun PSSI mengenai daftar peserta turnamen. Ketidakjelasan ini menimbulkan tanda tanya besar, terutama bagi publik sepak bola Indonesia yang antusias menyambut gelaran internasional di kandang sendiri.
Jika benar Pakistan ikut serta, mereka akan menjadi tim terlemah kedua di turnamen tersebut. Dengan peringkat FIFA ke-198, Pakistan hanya unggul tiga posisi dari Timor Leste yang berada di peringkat 201. Kondisi ini tentu akan memengaruhi peta persaingan di grup, terutama bagi Timnas Indonesia yang diharapkan bisa tampil maksimal sebagai tuan rumah.
Kontroversi ini mengingatkan pada pentingnya verifikasi informasi di era media sosial. PFF sendiri menegaskan bahwa mereka belum mengambil keputusan apapun terkait partisipasi di turnamen tersebut. Publik pun diminta bersabar menunggu pengumuman resmi dari pihak berwenang.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah FIFA ASEAN Cup 2026 benar-benar menjadi ajang unjuk gigi bagi tim-tim non-unggulan seperti Pakistan, atau justru akan didominasi oleh negara-negara kuat Asia Tenggara? Jawabannya masih menunggu kepastian dari federasi-federasi yang terlibat.



