Seabef 2026: Kemenpar Gencarkan Kolaborasi Regional untuk Dongkrak Industri MICE
Baca dalam 60 detik
- Kementerian Pariwisata menggelar Southeast Asia Business Events Forum 2026 bersamaan dengan Indonesia Business Event Mart pada 28-31 Juli di Jakarta.
- Forum dua tahunan ini dirancang untuk memperkuat kerja sama antarnegara ASEAN dalam mengembangkan industri MICE yang berkelanjutan dan bernilai tambah.
- Pemerintah menargetkan industri event sebagai motor pertumbuhan ekonomi, dengan harapan mampu menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM secara langsung.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata akan menggelar Southeast Asia Business Events Forum (Seabef) 2026 pada 28-29 Juli mendatang di Jakarta International Convention Center (JICC), bersamaan dengan Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026. Forum ini menjadi tonggak strategis untuk memperkuat posisi industri MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) di kawasan Asia Tenggara.
Acara yang mengusung tema “Beyond Business Events: Redefining the Future of Events as a Catalyst for Competitive, Sustainable, and High-Value Tourism Growth” ini mempertemukan para pemimpin industri, pengambil kebijakan, dan pelaku bisnis dari seluruh ASEAN. Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar ajang pertemuan, melainkan wadah untuk melahirkan langkah konkret yang mampu mendorong daya saing MICE regional.
Dalam sambutannya pada pra-pembukaan Seabef, Vinsensius menjelaskan bahwa forum ini bertujuan menciptakan ruang bersama bagi pemangku kepentingan untuk berdiskusi secara terbuka mengenai arah industri, mulai dari kebijakan regional, praktik terbaik, pengembangan sumber daya manusia, hingga strategi menghadirkan event-event besar di Asia Tenggara. Menurutnya, semangat kolaborasi yang dibangun melalui Seabef akan menciptakan nilai berkelanjutan bagi industri business events di kawasan.
Bagi Indonesia, penguatan ekosistem MICE menjadi prioritas karena berdampak langsung pada mobilitas wisatawan, perluasan aktivitas ekonomi, dan pemberdayaan UMKM. Vinsensius menambahkan bahwa pemerintah menyadari event merupakan alat efektif untuk menarik pergerakan masyarakat, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini sejalan dengan perhatian khusus Presiden terhadap penyelenggaraan event nasional.
“Pemerintah memiliki keinginan kuat untuk menempatkan industri event sebagai instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi nasional,” ujar Vinsensius dalam forum tersebut.
Kehadiran Seabef yang digelar bersamaan dengan IBEM diharapkan mampu memperkuat sinergi antarpelaku industri MICE di tingkat nasional dan internasional. Forum ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan, tetapi juga diharapkan menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat memperkuat daya saing jangka panjang. Dengan reposisi peran event sebagai penggerak utama nilai ekonomi dan inovasi, Kemenpar optimistis ekosistem MICE Indonesia akan semakin tangguh dan kompetitif di kancah global.
Ke depan, tantangan terbesar adalah bagaimana mengimplementasikan hasil diskusi ke dalam kebijakan yang terukur. Akankah forum ini mampu mentransformasi potensi kolaborasi menjadi investasi dan lapangan kerja baru di sektor MICE Indonesia? Waktu yang akan menjawab.



