Hat-trick Joao Pedro Warnai Debut Xabi Alonso di Chelsea
Baca dalam 60 detik
- Joao Pedro mencetak hat-trick dalam sembilan menit pada laga perdananya di bawah asuhan Xabi Alonso, mengukuhkan posisinya sebagai ujung tombak utama Chelsea.
- Dastan Satpaev, pemain Kazakhstan berusia 17 tahun, mencetak gol spektakuler sebagai pemain trial, menunjukkan potensi besar di lini depan.
- Chelsea dikabarkan tengah mendekati Danny Welbeck dan Jordan Henderson untuk menambah pengalaman, sementara Liam Delap yang terus kesulitan akan dilepas.

Era Xabi Alonso di Chelsea resmi dimulai dengan kemenangan sengit 6-4 atas Western Sydney Wanderers di Sydney, di mana Joao Pedro menjadi bintang lapangan dengan mencetak hat-trick dalam waktu sembilan menit.
Dalam laga yang mempertemukan Premier League dan A-League itu, penampilan Joao Pedro menjadi sorotan utama. Mantan pemain Brighton tersebut menunjukkan naluri mencetak gol yang tajam, dibarengi kekuatan fisik dan kecepatan yang merepotkan pertahanan lawan. Alonso menilai striker asal Brasil itu tampil sangat lapar dan bertekad menjalani musim yang gemilang, mungkin karena kecewa tidak masuk skuad timnas Brasil untuk Piala Dunia.
Namun, pertandingan tidak sepenuhnya sempurna bagi Chelsea. Dengan sebagian pemain masih dalam masa pemulihan jet lag, performa tim secara keseluruhan masih terlihat kacau. Selain Joao Pedro, hanya sedikit pemain yang tampil menonjol. Salah satunya adalah Dastan Satpaev, pemuda 17 tahun asal Kazakhstan yang mencetak gol pertama era Alonso dengan cara spektakuler enam menit setelah kick-off. Uniknya, Satpaev masih berstatus trial karena transfernya dari FC Kairat baru rampung pada 12 Agustus.
Di sisi lain, Liam Delap lagi-lagi menjadi cerita menyedihkan. Penyerang yang dibeli dengan harga £30 juta dari Ipswich musim lalu itu terus kesulitan menunjukkan kemampuan. Kepercayaan dirinya dianggap rendah, dan Chelsea dikabarkan tengah maju dalam negosiasi untuk merekrut Danny Welbeck, 35 tahun, dari Brighton sebagai pengganti berpengalaman. Welbeck disebut telah setuju dengan persyaratan pribadi, meskipun Brighton menolak berkomentar. Selain itu, Chelsea juga membidik gelandang veteran Jordan Henderson, 36 tahun, dari Brentford untuk menambah kepemimpinan di lini tengah.
Alonso, yang menggunakan formasi 4-2-3-1 warisan Enzo Maresca, memberikan kesempatan kepada banyak pemain muda. Tiga gelandang remaja—Mahdi Nicoll-Jazuli (16), Reggie Walsh (17), dan Reggie Watson (16)—tampil impresif. Watson menjadi satu-satunya pemain yang bermain penuh. Alonso mengaku terkejut dengan kemampuan tujuh pemain akademi yang dipanggil untuk mengisi skuad. Sementara itu, winger Jamie Gittens melanjutkan performa apiknya dengan mencetak gol ketiga dalam tiga laga pramusim.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan transfer Chelsea selalu menarik disimak. Keputusan merekrut pemain senior seperti Welbeck dan Henderson menunjukkan bahwa Alonso ingin menyeimbangkan skuad dengan pengalaman, menyusul musim lalu yang mengecewakan. Situasi ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia: pentingnya kombinasi talenta muda dan pemain senior yang matang untuk membangun tim kompetitif.
“Kami butuh keseimbangan untuk memiliki skuad yang lengkap dan membentuk tim yang bagus,” ujar Alonso saat ditanya soal rencana merekrut dua pemain senior tersebut. “Kami punya ide dan rencana.”
Dengan masih absennya Morgan Rogers (£117 juta) dan beberapa pemain yang libur pasca-Piala Dunia, laga ini hanyalah gambaran awal. Ke depannya, Alonso harus segera meramu strategi yang solid, terutama menyelesaikan masalah di lini depan. Apakah Joao Pedro bisa konsisten menjadi pembeda? Ataukah Satpaev akan menjadi kejutan musim ini? Musim 2026-27 akan menjadi jawabannya.



