Dukungan Suporter Jadi Kunci: Kanada Petik Poin Perdana di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Kanada bermain imbang 1-1 melawan Bosnia-Herzegovina dalam laga perdana Piala Dunia 2026 di Toronto, berkat dukungan luar biasa dari puluhan ribu suporter yang memadati stadion.
- Gelandang Ismael Kone dan bek Luc de Fougerolles mengakui atmosfer yang tercipta menjadi motivasi tambahan, meski peluang kemenangan terbuang karena penyelesaian akhir yang kurang maksimal.
- Pelatih Jesse Marsch berharap dukungan serupa terulang saat Kanada bertandang ke Vancouver pada laga berikutnya, demi meraih kemenangan pertama dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia.
Kanada akhirnya mencatatkan poin perdana mereka di Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Bosnia-Herzegovina di Toronto, Sabtu (12/6) waktu setempat. Namun, hasil itu terasa pahit karena tuan rumah sebenarnya memiliki banyak peluang untuk meraih kemenangan bersejarah. Dukungan luar biasa dari ribuan suporter berbaju merah yang memadati stadion menjadi energi tambahan yang diakui para pemain dan pelatih.
Pertandingan yang berlangsung di BMO Field itu menyajikan duel sengit sejak menit awal. Bosnia unggul lebih dulu lewat skema sepak pojok pada babak pertama, namun Kanada berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua melalui serangan balik cepat. Meski mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang emas, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat Kanada harus puas dengan satu angka.
Bek Luc de Fougerolles mengungkapkan perasaan campur aduk setelah pertandingan. "Hasil imbang di Piala Dunia adalah sesuatu yang bisa dirayakan, tapi juga terasa pahit. Melihat jalannya pertandingan dan peluang yang kami ciptakan, seharusnya kami bisa membawa pulang tiga poin," ujarnya kepada FIFA usai laga. Ia menambahkan bahwa tim menunjukkan reaksi bagus setelah tertinggal, namun kegagalan memanfaatkan peluang menjadi catatan penting.
Gelandang Ismael Kone, yang tampil impresif sepanjang laga, juga merasakan hal serupa. "Kami memiliki emosi campur aduk karena seharusnya ada lebih banyak yang bisa kami raih dari pertandingan ini. Kami terus menekan di babak kedua, tapi itulah sepak bola. Bosnia memiliki rencana permainan yang baik, dan kami harus menghormatinya," katanya. Kone menekankan bahwa dukungan suporter menjadi faktor krusial. "Itu segalanya. Kami belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Sore yang ajaib, dan saya bisa melihat kami sedang membangun sesuatu di sini. Anda bisa melihat gairah dan emosi dari para penggemar. Saya berdoa semoga ini terus berlanjut."
Pelatih Jesse Marsch memuji atmosfer yang diciptakan oleh suporter tuan rumah. "Betapa luar biasanya melihat lautan merah di stadion hari ini. Saya tahu Vancouver juga mencintai tim nasional mereka, dan mereka akan melakukan hal yang sama, mendorong kami sejak awal pertandingan, membuat para pemain merasa dicintai, percaya diri, dan benar-benar merasakan dukungan penonton kandang," ujarnya. Marsch berharap dukungan serupa bisa terulang saat Kanada bertandang ke Vancouver pada laga berikutnya.
Bagi Indonesia, semangat suporter Kanada ini bisa menjadi pelajaran berharga. Dukungan fanatik yang tertib dan penuh gairah mampu menjadi 'pemain ke-12' yang mendongkrak performa tim. Di tengah persiapan menuju Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara, termasuk Kanada, atmosfer seperti ini dipastikan akan mewarnai setiap pertandingan. Pertanyaannya, mampukah Kanada memanfaatkan momentum ini untuk meraih kemenangan pertama mereka di panggung sepak bola dunia?


