Adhyaksa FC Siapkan Palangka Raya sebagai Markas Baru, Bangun Ekosistem Sepak Bola Kalteng
Baca dalam 60 detik
- Adhyaksa FC serius menjadikan Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya sebagai home base di Super League musim depan, setelah promosi dari level amatir.
- Klub berencana membawa program Elite Pro Academy untuk usia U-16 hingga U-20, dengan prioritas pada talenta asli Kalimantan Tengah.
- Langkah ini diharapkan menghidupkan kembali gairah sepak bola di Kalteng yang lama tanpa wakil di kasta tertinggi, serta mendorong ekonomi dan pariwisata olahraga daerah.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257988/original/067718500_1781269655-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_17.07.04.jpeg)
Palangka Raya bakal kembali memiliki klub di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Adhyaksa FC, tim promosi ke Super League, memberikan sinyal kuat untuk menjadikan Stadion Tuah Pahoe sebagai markas baru mereka musim depan. Keputusan ini tidak hanya membangkitkan nostalgia kejayaan Kalteng Putra, tetapi juga membawa harapan baru bagi pembinaan pemain muda di provinsi yang cukup lama vakum dari peta sepak bola nasional.
Presiden Adhyaksa FC, Eko Setyawan, melakukan kunjungan langsung ke Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, pekan ini. Peninjauan tersebut merupakan bagian dari penjajakan serius untuk memastikan stadion kebanggaan warga Kalimantan Tengah itu layak menjadi home base. Menurut Eko, rencana kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebenarnya sudah dibicarakan sejak dua tahun lalu, saat Gubernur setempat menyampaikan potensi besar talenta muda di daerah tersebut.
"Kami datang untuk menindaklanjuti pembicaraan yang sudah berlangsung dua tahun lalu dengan Pak Gubernur. Saat itu beliau menyampaikan bahwa daerah ini memiliki banyak talenta muda yang berpotensi menjadi pemain profesional bahkan memperkuat Timnas Indonesia," ujar Eko dalam keterangannya.
Promosi Adhyaksa FC ke Super League menjadi momentum untuk merealisasikan kerja sama tersebut. Klub yang lahir dari kompetisi amatir dan berhasil menembus kasta tertinggi dalam empat tahun terakhir ini tidak hanya membawa tim senior. Mereka juga berencana menggelar program Elite Pro Academy yang mencakup kelompok usia U-16, U-18, dan U-20. Yang menarik, pemain asli Kalimantan Tengah akan menjadi prioritas dalam proses pembinaan tersebut.
"Kami tidak hanya datang dengan tim senior. Kami juga membawa program Elite Pro Academy. Nantinya, anak-anak asli Kalimantan Tengah akan menjadi prioritas untuk mendapatkan kesempatan berkembang dan berkompetisi di level nasional," tegas Eko.
Kehadiran program pembinaan berjenjang ini diharapkan membuka jalan bagi talenta muda Kalteng untuk menembus level profesional tanpa harus meninggalkan daerah sejak usia dini. Selama ini, banyak pemain potensial dari Kalimantan Tengah yang harus merantau ke Pulau Jawa untuk mengembangkan karier. Dengan adanya akademi di Palangka Raya, mereka bisa berlatih dan berkompetisi di lingkungan yang lebih dekat dengan keluarga.
Eko juga menekankan bahwa Adhyaksa FC hadir dengan manajemen profesional. Ia mencontohkan pencapaian klub yang mampu menembus kasta tertinggi dalam waktu singkat sebagai bukti visi jangka panjang yang jelas. "Kami ingin melanjutkan semangat yang pernah dibangun Kalteng Putra ketika tampil di Liga 1," ungkapnya, merujuk pada klub sebelumnya yang sempat menjadi kebanggaan daerah.
Dukungan dari berbagai pihak diharapkan mengalir, mulai dari pemerintah daerah, pelaku sepak bola, komunitas suporter, hingga masyarakat umum. Eko menegaskan bahwa ini bukan hanya tentang sebuah klub, tetapi tentang masa depan sepak bola daerah. Selain prestasi, Adhyaksa FC ingin menjadikan stadion sebagai pusat aktivitas sosial yang mampu mempererat hubungan antarwarga dan mendorong pariwisata olahraga.
"Saya berharap sepak bola bisa menjadi tempat berkumpul keluarga, menjadi sarana wisata olahraga, dan tempat bersilaturahmi bersama teman maupun rekan kerja di stadion. Sepak bola harus menjadi milik semua masyarakat," tutup Eko.
Langkah Adhyaksa FC ini menjadi angin segar bagi pecinta sepak bola di Bumi Tambun Bungai. Setelah cukup lama tidak memiliki wakil di level elite, kehadiran klub Super League diyakini mampu memberikan dampak luas, mulai dari pembinaan pemain muda, peningkatan aktivitas ekonomi, hingga pengembangan sektor pariwisata olahraga yang selama ini terus didorong oleh pemerintah daerah. Pertanyaannya, akankah dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan mampu mewujudkan ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah?



