Nadeo Argawinata Pilih Setia di Borneo FC: Kepastian Tampil Lebih Berharga dari Tawaran Klub Lain
Baca dalam 60 detik
- Kiper timnas Indonesia Nadeo Argawinata resmi memperpanjang kontrak bersama Borneo FC untuk musim keenam, menolak sejumlah tawaran dari klub lain.
- Keputusan Nadeo didasari jaminan sebagai kiper utama dan keseriusan manajemen Pesut Etam, meski 15 pemain dan pelatih hengkang musim lalu.
- Nadeo optimistis Borneo FC bisa bersaing lebih baik musim depan setelah dua musim gagal juara, dengan target pribadi membawa tim meraih gelar.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259834/original/043850500_1781514865-ChatGPT_Image_Jun_15__2026__04_11_52_PM.jpg)
Kiper langganan tim nasional Indonesia, Nadeo Argawinata, kembali memilih untuk memperpanjang kariernya di Borneo FC ketimbang berpindah ke klub lain. Keputusan itu diumumkan setelah ia menandatangani kontrak baru pekan lalu, yang menandai musim keenamnya bersama tim berjuluk Pesut Etam.
Nadeo pertama kali bergabung dengan Borneo FC pada 2016 dan bertahan hingga 2019, sebelum sempat membela Bali United pada 2020โ2023. Ia kemudian kembali ke Samarinda pada musim 2023/2024 dan kini berkomitmen untuk musim 2026/2027. Di tengah gelombang kepergian 15 pemain dan pelatih Fabio Lefundes musim lalu, Nadeo justru memilih bertahan. Menurutnya, kepastian menjadi kiper utama dan keseriusan klub menjadi alasan utama.
โHanya Borneo FC yang jelas dan serius menginginkan saya pribadi. Tawaran dari klub lain memang ada, tapi negosiasinya belum tercapai,โ ujar Nadeo dalam wawancara dengan media beberapa waktu lalu. Pemain kelahiran Kediri itu menambahkan bahwa dinamika pemain datang dan pergi adalah hal biasa di sepak bola, dan ia sudah terbiasa dengan siklus tersebut di Borneo FC.
Keputusan Nadeo untuk bertahan juga mencerminkan tren langka di Liga 1 Indonesia, di mana klub masih mempercayakan posisi kiper utama kepada pemain lokal. Di tengah maraknya penggunaan kiper asing, Borneo FC menjadi salah satu tim yang konsisten memberi kesempatan pada kiper lokal. Hal ini menjadi nilai tambah bagi Nadeo yang ingin terus mengembangkan karier di dalam negeri.
Meski Borneo FC dua musim terakhir gagal meraih gelar juara, Nadeo tetap optimistis. Ia menilai timnya sudah menunjukkan performa menjanjikan dengan bersaing ketat di papan atas. โSepak bola itu kita hanya bisa berjuang sampai akhir. Kita tidak bisa menjamin hasil, tapi bersyukur tim sudah di jalur yang baik,โ katanya. Mengenai pergantian pelatih, Nadeo enggan berkomentar banyak, menegaskan bahwa itu adalah ranah manajemen dan tugas pemain hanya fokus di lapangan.
Dengan komitmen baru ini, Nadeo berharap bisa memberikan kontribusi maksimal dan membawa Borneo FC meraih gelar juara. โPastinya bisa mencapai target tim maupun pribadi. Bermain lebih maksimal dan bertanggung jawab di setiap pertandingan. Tentu sebuah kebanggaan jika bisa membawa Borneo FC juara,โ ucapnya.
Loyalitas Nadeo menjadi contoh langka di era sepak bola modern yang sarat perpindahan pemain. Pertanyaannya, akankah kesetiaan ini berbuah manis dengan gelar juara di akhir musim? Atau justru menjadi batu loncatan untuk langkah selanjutnya?



