Belanda vs Mesir Imbang di Laga Perdana Piala Dunia 2026: Gol Bunuh Diri Hany Selamatkan Belgia
Baca dalam 60 detik
- Belgia dan Mesir bermain imbang 1-1 pada laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 di Seattle, dengan gol bunuh diri Mohamed Hany menyamakan kedudukan setelah gol indah Emam Ashour.
- Pertandingan menampilkan duel bintang seperti Mohamed Salah dan Kevin De Bruyne, namun Mesir nyaris menang andai penyelesaian akhir lebih klinis.
- Hasil ini membuka peluang bagi kedua tim untuk lolos ke fase gugur, dengan Belgia diunggulkan namun Mesir menunjukkan perlawanan sengit.

Belgia nyaris menelan kekalahan di laga perdana Piala Dunia 2026 setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Mesir di Stadion Lumen Field, Seattle, Kamis (12/6) waktu setempat. Gol bunuh diri bek Mohamed Hany pada menit ke-66 menjadi penyelamat bagi tim asuhan Rudi Garcia setelah sebelumnya tertinggal berkat gol spektakuler Emam Ashour.
Pertandingan Grup G ini menyajikan duel antara dua tim yang lolos kualifikasi dengan performa meyakinkan. Mesir mengandalkan duet maut Mohamed Salah dan mantan penyerang Bundesliga Omar Marmoush di lini depan, sementara Belgia menurunkan gelandang kreatif Kevin De Bruyne serta pemain sayap cepat Jรฉrรฉmy Doku. Bek Eintracht Frankfurt, Arthur Theate, memulai laga dari bangku cadangan.
Jalannya pertandingan sejak awal memperlihatkan intensitas tinggi. De Bruyne nyaris membuka keunggulan pada menit-menit awal, namun sepakannya dari luar kotak penalti masih melenceng tipis. Mesir justru mampu memecah kebuntuan lebih dulu pada menit ke-19. Berawal dari umpan Salah, Ashour menerima bola di tepi kotak penalti, menekuk bola ke ruang kosong, lalu melepaskan tembakan keras mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Thibaut Courtois.
Unggul satu gol membuat Mesir bermain lebih percaya diri. Belgia yang lebih banyak menguasai bola kesulitan menembus pertahanan rapat lawan. Leandro Trossard dua kali gagal membobol gawang setelah tembakannya diblok, sementara Doku membuang peluang dengan melambungkan bola dari dalam kotak penalti usai menerima umpan Charles De Ketelaere.
Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin meningkat. De Bruyne kembali mengancam melalui tendangan bebas pada menit ke-53 yang membentur tiang kiri gawang Mesir. Tak lama berselang, giliran Courtois yang melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis sundulan Salah, namun bola muntah gagal dimanfaatkan Ashour menjadi gol kedua.
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, akhirnya memasukkan pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnya, Romelu Lukaku, pada menit ke-60. Keputusan itu langsung membuahkan hasil enam menit berselang. Thomas Meunier melepaskan umpan silang rendah ke kotak penalti yang disambut Lukaku dengan berlari. Dalam upaya menghalau, bek Mohamed Hany justru mengarahkan bola ke gawangnya sendiri.
Setelah kedudukan imbang, kedua tim saling berusaha mencetak gol kemenangan. Belgia memiliki peluang lebih baik melalui Brandon Mechele yang tembakannya ditepis kiper Mostafa Shobeir, serta sundulan Lukaku yang melambung di atas mistar pada menit ke-87. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-1 bertahan.
Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup G semakin terbuka. Belgia yang diunggulkan sebagai salah satu kandidat juara justru kesulitan menghadapi pressing tinggi Mesir. Di sisi lain, Mesir membuktikan diri bukan tim lemah dan berpotensi menjadi kuda hitam turnamen. Laga selanjutnya akan menjadi penentu bagi kedua tim untuk menjaga asa lolos ke babak 16 besar.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, duel ini memberikan gambaran bahwa Piala Dunia 2026 akan penuh kejutan. Tim-tim non-unggulan seperti Mesir mampu merepotkan raksasa Eropa. Pertanyaan besarnya, akankah Belgia bangkit di laga berikutnya atau justru Mesir yang akan mencuri perhatian lebih?



