Piala Dunia 2026: Kanada vs Bosnia Berakhir Imbang, Larin Jadi Penyelamat
Baca dalam 60 detik
- Kanada dan Bosnia berbagi angka 1-1 di laga perdana Grup B Piala Dunia 2026, dengan gol penyeimbang dari pemain pengganti Cyle Larin.
- Tanpa kapten Alphonso Davies yang cedera, Kanada mendominasi penguasaan bola namun kesulitan menembus pertahanan kokoh Bosnia yang diperkuat tiga pemain Bundesliga.
- Hasil imbang ini membuka peluang kedua tim untuk lolos, namun Kanada perlu meningkatkan efektivitas serangan di laga selanjutnya.

Kanada harus puas berbagi angka 1-1 dengan Bosnia dan Herzegovina dalam laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Selasa (14/6) waktu setempat. Tertinggal lebih dulu melalui sundulan Jovo Lukić, tuan rumah menyamakan kedudukan lewat aksi pemain pengganti Cyle Larin pada menit ke-78.
Laga ini menjadi ujian berat bagi Kanada yang tampil tanpa kapten sekaligus bintang utama, Alphonso Davies, akibat cedera paha. Pelatih Jesse Marsch harus merombak strategi di sisi kiri pertahanan. Di kubu Bosnia, tiga pemain yang malang melintang di Bundesliga Jerman menjadi andalan: kiper St. Pauli Nikola Vasilj, bek Schalke Nikola Katić, dan penyerang VfB Stuttgart Ermedin Demirović. Veteran Edin Džeko yang juga bermain di Schalke duduk di bangku cadangan.
Jalannya pertandingan sejak awal memperlihatkan intensitas tinggi. Kanada yang didukung puluhan ribu suporter di stadion langsung menekan. Peluang emas pertama lahir di menit ke-17 ketika Jonathan David tinggal berhadapan dengan Vasilj, namun kiper Bosnia itu melakukan penyelamatan gemilang. Justru Bosnia yang unggul lebih dulu pada menit ke-21: Sead Kolašinac menyundul bola hasil sepak pojok ke tiang dekat, dan Lukić dengan mudah menceploskan bola dari jarak dekat.
Tertinggal satu gol, Kanada meningkatkan tekanan. Gelandang Stephen Eustaquio tercatat melepaskan sembilan sepak pojok di babak pertama saja. Namun, pertahanan Bosnia yang digalang Katić dan Kolašinac tampil disiplin. Dua kali peluang Kanada nyaris berbuah gol, tetapi tendangan David dan Oluwaseyi masih bisa diblok atau melambung.
Memasuki babak kedua, Kanada semakin agresif. Pada menit ke-53, Richie Laryea nyaris mencetak gol setelah melewati Vasilj, namun Kolašinac dengan sigap menghalau bola di garis gawang. Tiga menit berselang, giliran Demirović yang mendapat peluang satu lawan satu dengan kiper Maxime Crépeau, tetapi tembakannya melenceng. Pertahanan Bosnia kembali menunjukkan kegigihan ketika sundulan Oluwaseyi pada menit ke-66 berhasil dibersihkan Katić tepat di garis gawang.
Marsch melakukan tiga pergantian pemain sekaligus pada menit ke-61, memasukkan Jacob Shaffelburg, Promise David, dan Ali Ahmed. Keputusan itu membuahkan hasil pada menit ke-78. Umpan terobosan akurat Promise David diterima Larin yang baru masuk dua menit sebelumnya. Dengan tenang, penyerang berusia 29 tahun itu memutar badan dan melepaskan tembakan mendatar dari tepi kotak penalti yang tak mampu dijangkau Vasilj. Skor menjadi 1-1.
Kanada terus berusaha mencari gol kemenangan, namun pertahanan Bosnia yang rapat dan beberapa peluang yang gagal dimanfaatkan membuat laga berakhir imbang. Larin nyaris menjadi pahlawan di masa injury time, namun sepakannya masih bisa diblok.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi kedua tim. Bagi Kanada, poin pertama di kandang sendiri terasa pahit karena mereka mendominasi. Sementara Bosnia membuktikan diri sebagai tim yang sulit dikalahkan. Di laga selanjutnya, Kanada akan menghadapi lawan yang lebih berat, sementara Bosnia berpeluang memperbaiki posisi. Akankah ketiadaan Davies menjadi faktor penentu kegagalan Kanada melaju ke fase gugur?



