Gol Perdana Ashour Hampir Bawa Mesir Menangi Laga Perdana Piala Dunia, Belgia Selamat oleh Lukaku
Baca dalam 60 detik
- Emam Ashour mencetak gol internasional pertamanya pada menit ke-19, membawa Mesir unggul atas Belgia di laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026.
- Romelu Lukaku masuk sebagai pemain pengganti dan langsung menciptakan gol bunuh diri Mohamed Hany pada menit ke-66, menyelamatkan Belgia dari kekalahan.
- Hasil imbang ini memperpanjang catatan buruk Mesir yang belum pernah meraih kemenangan di Piala Dunia, meski sempat memimpin selama 47 menit.
Gol bunuh diri yang dipaksakan oleh Romelu Lukaku pada menit ke-66 menggagalkan ambisi Mesir untuk meraih kemenangan perdana mereka di Piala Dunia, setelah laga pembuka Grup G melawan Belgia di Seattle berakhir imbang 1-1, Jumat (12/6) waktu setempat.
Bagi Mesir, laga ini sejatinya menjadi panggung sejarah. Sejak debut mereka di Piala Dunia 1934, The Pharaohs belum pernah sekalipun merasakan kemenangan di turnamen akbar ini. Bahkan, mereka hanya pernah memimpin pertandingan selama total 29 menit sebelum laga ini. Namun, gol Emam Ashour pada menit ke-19 mengubah segalanyaโsetidaknya untuk sementara.
Gol tersebut lahir dari skema yang dirancang oleh Mohamed Salah. Umpan terobosan Salah diterima dengan sempurna oleh Ashour di kotak penalti Belgia. Gelandang Al Ahly itu melakukan satu sentuhan untuk mengontrol bola, lalu melepaskan tembakan melengkung yang melewati celah kaki Thomas Meunier dan mengecoh kiper Thibaut Courtois. Itu adalah gol internasional pertama bagi pemain berusia 28 tahun tersebut, sekaligus kado ulang tahun ke-34 yang manis bagi Mesir.
Keunggulan 1-0 bertahan hingga babak pertama usai. Mesir tampil disiplin, menekan Belgia yang kesulitan menembus pertahanan rapat lawan. Namun, segalanya berubah ketika Romelu Lukaku masuk pada babak kedua. Hanya 20 detik setelah berada di lapangan, Lukaku menerima umpan silang Meunier dan langsung menusuk ke kotak penalti. Tekanan sang striker memaksa bek Mohamed Hany melakukan sapuan yang justru masuk ke gawang sendiri, membuat kedudukan imbang 1-1.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menunjukkan betapa tipisnya jarak antara tim unggulan dan tim underdog di Piala Dunia. Mesir, yang kerap dianggap sebagai tim kelas dua Afrika, hampir saja menumbangkan Belgia yang berada di peringkat tiga dunia. Pelajaran berharga bagi tim-tim Asia seperti Indonesia yang bermimpi tampil di Piala Dunia: disiplin taktik dan momen individu bisa menjadi pembeda.
Hasil imbang ini membuat Belgia dan Mesir sama-sama mengoleksi satu poin. Kedua tim masih memiliki dua laga sisa di Grup G. Belgia akan menghadapi lawan yang lebih berat, sementara Mesir harus segera bangkit jika ingin mengakhiri puasa kemenangan mereka. Pertanyaan besarnya: mampukah Mesir akhirnya meraih kemenangan pertama di Piala Dunia, atau catatan buruk itu akan terus berlanjut?



