Belanda di Piala Dunia 2026: Kisah Tim Terbaik yang Belum Pernah Menang
Baca dalam 60 detik
- Belanda, satu-satunya tim yang mencapai tiga final Piala Dunia tanpa pernah juara, kembali berlaga di edisi 2026 dengan status favorit grup.
- Rekor tak terkalahkan dalam 12 laga terakhir (tidak termasuk adu penalti) menjadi modal utama, namun cedera pemain kunci seperti Bart Verbruggen mengancam konsistensi.
- Laga perdana melawan Jepang di Dallas akan menjadi ujian awal bagi skuad asuhan Ronald Koeman untuk membuktikan diri layak mengakhiri kutukan.

Belanda memulai petualangan Piala Dunia 2026 dengan beban sejarah yang tak ringan: menjadi satu-satunya negara yang tiga kali melaju ke final namun tak sekalipun meraih gelar juara. Kali ini, di Riverside, Missouri, tim Oranje bersiap mengukir takdir baru, meski setiap sudut markas latihan mereka mengingatkan akan kegagalan masa lalu.
Jalan menuju pusat latihan yang ditempati Belanda di Kansas City seharusnya terasa ramah. Spanduk bertuliskan "welkom" dalam bahasa Belanda, serta penggantian nama jalan menjadi "Oranje Rising Way" untuk enam pekan ke depan, adalah bentuk sambutan hangat. Namun, papan-papan putih yang menandai pencapaian bersejarah Belanda di Piala Dunia justru menjadi ironi: semuanya mengingatkan bahwa trofi juara dunia masih menjadi mimpi yang belum terwujud.
Kapten tim, Virgil van Dijk, yang akan tampil di Piala Dunia keduanya, tak menampik ambisi besar yang diusung timnya. "Sejauh mana kami bisa melangkah? Ya, semoga sampai akhir," ujar bek Liverpool itu setelah sesi latihan di bawah terik matahari Midwest yang mendekati 38 derajat Celsius. "Kami tahu betapa sulitnya. Tapi fokus penuh kami adalah Jepang lebih dulu. Itu yang akan menyita perhatian kami. Kami tidak akan melihat terlalu jauh ke depan. Namun, kami semua punya mimpi besar dan akan memberikan segalanya."
Sejarah mencatat tiga final pahit: 1974 kalah dari Jerman Barat meski unggul cepat lewat penalti; 1978 takluk dari tuan rumah Argentina setelah imbang di waktu normal; dan 2010 dipatahkan oleh gol Andres Iniesta di menit ke-116. Belanda juga sempat mencapai semifinal 2014, gagal lolos 2018, lalu kembali pada 2022 dan tersingkir oleh Argentina melalui adu penalti di perempat final.
Namun, ada secercah optimisme. Jika mengesampingkan adu penalti, Belanda tak terkalahkan dalam 12 laga terakhir mereka di Piala Dunia. Hanya Brasil yang memiliki rekor lebih panjang, yakni 13 pertandingan beruntun pada era Pele (1958โ1966). "Saya pikir kami memiliki kelompok pemain yang hebat, terutama sebagai manusia. Kami akrab satu sama lain," kata van Dijk. "Tapi yang terpenting adalah hasil. Semua pemain di sini telah bermain di level tertinggi, memenangkan trofi, bermain untuk klub-klub terbesar. Mereka berkumpul di sini untuk membuat negara mereka bangga. Itulah hal terbesar yang bisa dilakukan."
Jalan menuju babak gugur tak akan mulus. Belanda tergabung di Grup C bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia. Pelatih Ronald Koeman mengakui tantangan yang dihadapi, terutama dengan masalah cedera yang membayangi. Bek Jurrien Timber sudah dipulangkan karena cedera pangkal paha, sementara kiper utama Bart Verbruggen masih dalam pemulihan cedera pinggul. Kondisi Verbruggen untuk laga melawan Jepang pada Minggu (15/6) masih tanda tanya.
"Kami tahu Jepang kuat. Kami sudah menganalisis tim dan pemain mereka. Kami bicara tentang sistem mereka, posisi bermain, dan kondisi fisik pemain. Ini sulit. Tapi kami percaya pada diri sendiri. Kami menghormati Jepang, tapi kami adalah Belanda, dan mereka juga akan menghormati kami. Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang menarik dan sulit," ujar Koeman.
Bagi publik Indonesia, perjalanan Belanda di Piala Dunia selalu menarik perhatian. Banyak pemain keturunan Indonesia yang pernah atau sedang membela tim Oranje, seperti Jordi Amat, Kevin Diks, dan lainnya. Meski tak ada nama tersebut di skuad saat ini, ikatan historis antara Indonesia dan Belanda membuat setiap langkah tim ini tetap relevan. Apakah kali ini Belanda akhirnya mampu memutus rantai kegagalan dan membawa pulang trofi? Atau sejarah kembali berulang?



