Samurai Biru Bangkit Dua Kali, Moriyasu Tetap Kecewa: Target Tiga Poin Gagal
Baca dalam 60 detik
- Jepang dua kali menyamakan kedudukan melawan Belanda dalam laga sengit Piala Dunia yang berakhir 2-2.
- Pelatih Hajime Moriyasu memuji kegigihan tim, tetapi mengakui hasil imbang terasa mengecewakan karena target awal adalah kemenangan.
- Hasil ini membuka peluang Jepang di Grup F, dengan laga berikutnya melawan Tunisia pada 20 Juni.
Pelatih tim nasional Jepang, Hajime Moriyasu, memuji semangat juang anak asuhnya yang mampu bangkit dua kali dari ketertinggalan untuk memaksakan hasil imbang 2-2 melawan Belanda dalam laga Piala Dunia di Arlington, Texas, Minggu (14/6). Namun, di balik pujian itu, ia tak bisa menyembunyikan kekecewaan karena target tiga poin gagal diraih.
Pertandingan yang berlangsung di AT&T Stadium itu menyajikan drama menegangkan. Belanda unggul lebih dulu enam menit setelah turun minum melalui sundulan kapten Virgil van Dijk memanfaatkan umpan silang Ryan Gravenberch. Jepang tak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan; Keito Nakamura melepaskan tembakan keras mendatar yang tak mampu dihalau kiper Belanda.
Belanda kembali memimpin melalui gol brilian Crysencio Summerville yang melesakkan bola ke tiang jauh. Namun, Jepang pantang menyerah. Pada menit-menit akhir, pemain pengganti Koki Ogawa menyundul bola yang mengenai rekan setimnya Daichi Kamada sebelum masuk ke gawang, memastikan skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang.
Moriyasu mengakui Belanda adalah lawan tangguh, tetapi ia menilai timnya bermain dengan disiplin dan sabar. "Para pemain bersatu, gigih, berjuang sampai akhir, dan tidak berhenti berusaha," ujarnya dalam konferensi pers. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil imbang bukanlah target awal. "Kami mengincar tiga poin, bukan satu. Dari sudut pandang itu, tentu sedikit mengecewakan."
Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi Jepang yang tampil solid di babak pertama. Pertahanan rapat mereka mampu meredam serangan Belanda, namun serangan balik cepat Belanda di babak kedua sempat membuat Jepang kewalahan. Namun, semangat pantang menyerah ala samurai benar-benar terlihat saat mereka terus menekan hingga detik akhir.
Bagi Indonesia, perjuangan Jepang ini bisa menjadi pelajaran berharga. Timnas Indonesia yang kerap menghadapi lawan-lawan kuat di kancah Asia juga perlu menanamkan mentalitas pantang menyerah seperti yang ditunjukkan Samurai Biru. Kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan dan memanfaatkan peluang di menit-menit krusial adalah kunci yang bisa diadopsi oleh skuat Garuda.
Hasil imbang ini membuka persaingan di Grup F. Jepang selanjutnya akan menghadapi Tunisia pada 20 Juni, sementara Belanda akan berhadapan dengan Swedia. Moriyasu optimistis timnya bisa tampil lebih baik di laga berikutnya. "Kami akan mengevaluasi pertandingan ini dan bersiap untuk laga selanjutnya. Target kami tetap sama: meraih kemenangan," pungkasnya.



