Anggaran Macet, 62 Dapur MBG di Tangerang Berhenti Layani Ratusan Ribu Penerima
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 62 dari 295 dapur Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Tangerang menghentikan operasi karena dana operasional belum cair sejak pekan ini.
- Kepala BGN membantah adanya penghentian pendanaan, menyebut pencairan bertahap telah dilakukan dan masalah bersifat teknis administratif.
- Hanya 40% dapur MBG yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, menambah tantangan distribusi gizi bagi 700 ribu penerima manfaat.

Sebanyak 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang menghentikan sementara operasionalnya akibat dana operasional yang belum cair. Penghentian ini terjadi sejak pekan ini dan berdampak langsung pada layanan gizi bagi ratusan ribu penerima manfaat di wilayah tersebut.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, mengonfirmasi bahwa total 62 SPPG terpaksa berhenti beroperasi karena anggaran belum turun. "Disetop karena anggaran belum turun, ada 62 SPPG," ujarnya, Kamis (11/6). Meski demikian, ia memastikan mayoritas dapur MBG di Kabupaten Tangerang masih berjalan. Saat ini terdapat 295 SPPG yang tersebar di berbagai wilayah dan melayani kurang lebih 700 ribu penerima manfaat.
Keterlambatan pencairan dana operasional menjadi pemicu utama terhentinya layanan di puluhan dapur tersebut. Priyo belum dapat merinci kapan dana akan kembali mengalir, namun ia menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pusat. Selain masalah anggaran, BGN juga masih berupaya memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur MBG. Hingga saat ini, proses sertifikasi baru mencapai sekitar 40 persen dari total SPPG yang ada.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang membantah isu penyaluran dana program MBG terhambat atau dihentikan. Menurutnya, pencairan dana telah dilakukan sejak Jumat (5/6) lalu dan kembali dilanjutkan pada awal pekan ini. "Sebagian dari hoaks. Semua (anggaran MBG) sudah dicairkan dari mulai Jumat," ujar Nanik usai pelantikannya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (8/6). Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menambahkan bahwa dana untuk 27 SPPG yang sebelumnya menjadi perhatian juga telah masuk ke rekening penerima.
Nanik menjelaskan bahwa proses pencairan berlangsung bertahap. Sebagian dana dicairkan pada Jumat (5/6), sementara pencairan berikutnya dilakukan pada Senin (8/6). Ia bahkan menyebut adanya laporan pencairan anggaran sebesar Rp5 triliun pada hari yang sama. "Tadi kalau tidak salah kami dapat laporan Rp5 triliun ya dicairkan hari ini," kata Nanik. Ia menegaskan bahwa persoalan yang terjadi lebih bersifat administratif dan teknis, bukan penghentian pendanaan program MBG. "Jadi tidak ada masalah, masalah teknis saja," ujarnya.
Di sisi lain, penghentian operasional 62 dapur MBG di Tangerang menjadi alarm bagi pelaksanaan program strategis nasional ini. Jika masalah pencairan tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan mengganggu target pemenuhan gizi bagi anak sekolah dan ibu hamil di daerah penyangga ibu kota. Pertanyaan yang mengemuka: seberapa cepat BGN dapat menyelesaikan kendala teknis agar dapur kembali beroperasi dan sertifikasi higiene bisa dipercepat?



