Buru Bek Sayap Muda, Nottingham Forest Siapkan Gebrakan Lebih Dahsyat dari Diomande
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest mengincar bek kanan Feyenoord Givairo Read sebagai prioritas kedua setelah hampir mengamankan Ousmane Diomande.
- Read, 20 tahun, menawarkan statistik menawan di Eredivisie: 87% akurasi umpan, 1,3 dribel sukses per 90 menit, serta 61% kemenangan duel tanah.
- Jika jadi direkrut, pemain Belanda itu diyakini lebih cocok dengan sistem wing-back Oliver Glasner dan bisa menjadi nilai tambah jangka panjang.

Nottingham Forest kembali menunjukkan ambisi besarnya di bursa transfer musim panas ini. Setelah nyaris merampungkan transfer bek tengah Sporting CP Ousmane Diomande seharga 34 juta pound sterling, klub asal East Midlands itu kini mengalihkan perhatian ke talenta muda Feyenoord, Givairo Read โ yang dinilai pakar sebagai bidikan yang lebih menarik ketimbang Diomande.
Kedatangan manajer baru Oliver Glasner telah membawa perubahan filosofi di City Ground. Eks pelatih Crystal Palace itu menerapkan formasi tiga bek, yang membutuhkan wing-back agresif di kedua sisi. Peluang Read untuk menjadi elemen kunci di sayap kanan pun terbuka lebar, mengingat statistiknya yang gemilang musim lalu di Eredivisie. Menurut laporan pakar transfer Fabrizio Romano, Forest telah mengajukan tawaran kedua ke Feyenoord dan sedang bernegosiasi untuk menyepakati biaya transfer.
Keputusan Forest membidik Read tidak lepas dari keberhasilan mereka menjual gelandang Elliot Anderson ke Manchester City dengan nilai fantastis 116 juta pound. Dana segar itu memberi ruang gerak bagi klub untuk berinvestasi pada pemain muda berpotensi tinggi. Read, 20 tahun, disebut-sebut sudah lama masuk radar Manchester City dan Bayern Munich, namun Forest kini berada di posisi terdepan untuk mendapatkan tanda tangannya.
Kualitas Read sebagai full-back modern sangat cocok dengan tuntutan Glasner. Pelatih asal Austria itu dikenal kerap memanfaatkan wing-back sebagai pengatur serangan, seperti yang ia lakukan terhadap Daniel Muรฑoz di Crystal Palace. Kemampuan Read dalam menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang dinilai bisa menjadi pembeda. Dengan perkiraan biaya transfer hanya 20 juta pound, Read menawarkan nilai lebih ekonomis dibandingkan Diomande yang dibanderol 34 juta pound.
Di sisi lain, Diomande tetap menjadi incaran penting untuk memperkuat lini belakang. Bek Ivorian berusia 22 tahun itu hanya bisa dilewati lawan sebanyak enam kali sepanjang musim lalu di Liga Portugal, dengan tingkat keberhasilan dribel lawan hanya 11%. Angka tersebut membuatnya dilirik klub-klub besar seperti Liverpool, Chelsea, dan Manchester United. Namun, keberadaan Read dianggap lebih krusial karena peran wing-back sangat vital dalam skema 3-4-3 Glasner.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Forest ini bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya membangun skuad secara bertahap dengan mengutamakan pemain muda potensial. Sama seperti klub-klub Eropa lainnya, Forest tidak hanya mengejar nama besar, tetapi juga kecocokan taktis dan nilai jual kembali. Jika Read berhasil beradaptasi, ia tidak hanya akan menjadi pilar di City Ground, tetapi juga aset yang nilainya bisa meroket dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan sisa waktu bursa transfer yang masih panjang, publik Negeri Gajah Putih menanti apakah Forest benar-benar mampu mengamankan dua talenta top sekaligus. Pertanyaan besarnya: akankah duet DiomandeโRead menjadi fondasi kebangkitan Forest di Premier League musim depan?



