Cardano Terjun ke Level Terendah 5 Tahun, Ekosistem Makin Tertekan
Baca dalam 60 detik
- Harga ADA ambles 3% ke $0,1658, terendah dalam lima tahun terakhir, seiring aksi jual massal di pasar kripto.
- Fundamental Cardano memburuk: infrastruktur kunci tutup, pendiri 'istirahat', dan rasio MVRV -18% menunjukkan investor baru merugi.
- Delisting pasangan ADA/BNB di Binance pada Juni 2026 berpotensi menguji likuiditas dan mempercepat penurunan menuju $0,15.

Harga Cardano (ADA) kembali terperosok ke level yang belum pernah terlihat dalam lima tahun terakhir, setelah aksi jual berkelanjutan mengguncang pasar kripto. Pada Selasa lalu, token ini merosot sekitar 3% ke posisi $0,1658, mencerminkan sentimen risk-off yang meluas di tengah ketakutan ekstrem investor.
Penurunan ADA sejalan dengan koreksi Bitcoin yang mencapai -3,96%, sementara kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan susut 3,1% menjadi $2,13 triliun. Volume perdagangan ADA juga ikut tergerus 16% menjadi hanya $243 juta. Pekan sebelumnya, Cardano sempat jatuh di bawah $0,20 untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima tahun, lalu pulih ke kisaran $0,17. Namun, reli singkat itu gagal bertahan karena tekanan jual kembali mendominasi.
Dalam setahun terakhir, ADA telah kehilangan sekitar 70% nilainya. Meskipun sempat ada sedikit tekanan beli di level rendah, analis menilai pemulihan tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan tren bearish. Token ini masih berada di bawah rata-rata pergerakan 7 hari di $0,1677, yang menandakan kondisi jenuh jual namun tetap dalam jalur menurun.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah kondisi fundamental Cardano yang kian memburuk. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah infrastruktur penting seperti TapTools tutup, sementara JPG.Store memberlakukan pembatasan. Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, juga mengumumkan akan "istirahat"—langkah yang oleh pelaku pasar diartikan sebagai sinyal negatif terhadap masa depan proyek. Menurut firma analitik on-chain Santiment, rasio MVRV 30 hari ADA berada di -18%, yang berarti hampir semua pembeli dalam sebulan terakhir mengalami kerugian. Minimnya katalis positif dan tantangan ekosistem yang terus berlanjut membuat minat beli semakin lesu, sementara aksi jual justru menguat setiap kali pasar melemah.
Dari sisi teknikal, Cardano masih berada dalam tren turun yang jelas. Level support terdekat ada di $0,16, dan jika ditembus dengan volume tinggi, para analis memperkirakan harga bisa merosot menuju support psikologis berikutnya di $0,15. Satu peristiwa penting yang patut dicermati adalah rencana Binance untuk menghapus pasangan perdagangan spot ADA/BNB pada 12 Juni 2026. Langkah ini berpotensi menguji likuiditas ADA dan mempercepat tekanan jual.
Bagi investor Indonesia, pergerakan Cardano ini menjadi pengingat akan tingginya volatilitas aset kripto. Meskipun belum ada regulasi khusus yang secara langsung membatasi perdagangan ADA di dalam negeri, gejolak harga seperti ini kerap memicu kepanikan di kalangan trader ritel. Otoritas terkait, seperti Bappebti, terus mengingatkan risiko investasi kripto, terutama saat sentimen pasar sedang buruk.
Ke depan, Cardano menghadapi jalan terjal. Tanpa adanya katalis positif dari dalam ekosistem—seperti peluncuran produk baru atau kemitraan strategis—dan dengan sentimen makro yang masih rapuh, tren penurunan berpotensi berlanjut. Pertanyaan besarnya: akankah ada pembeli yang cukup berani untuk menahan laju penurunan di level $0,15, atau justru aksi jual semakin menjadi-jadi?



