Milan Konfirmasi Laga Uji Coba Melawan Manchester United dan Celtic: Tur ke Indonesia Juga Dijadwalkan
Baca dalam 60 detik
- AC Milan akan menghadapi Celtic dan Manchester United dalam dua laga persahabatan pramusim 2026, dengan satu pertandingan digelar di Polandia.
- Setelah laga di Glasgow, skuad Rossoneri dijadwalkan menjalani tur ke Australia dan Indonesia, termasuk laga kontra Inter Milan.
- Ketidakpastian manajemen klub—tanpa pelatih kepala, direktur olahraga, maupun CEO—berpotensi memicu kepergian sejumlah bintang seperti Rafael Leao dan Luka Modric.

AC Milan memastikan diri akan menghadapi dua raksasa Eropa, Celtic dan Manchester United, dalam rangkaian laga uji coba pramusim musim panas 2026. Pertandingan tersebut menjadi bagian dari persiapan tim sebelum mengarungi kompetisi Serie A musim 2026-2027, sekaligus menandai tur internasional yang juga akan menyambangi Indonesia.
Dalam pernyataan resmi klub, Milan akan bertandang ke Glasgow untuk berhadapan dengan Celtic di Celtic Park pada Sabtu, 25 Juli 2026. Laga ini diyakini menjadi ujian awal bagi skuad asuhan—yang hingga kini masih belum jelas—siapa pelatih kepala yang akan memimpin tim. Setelah laga di Skotlandia, rombongan Milan akan bertolak ke Australia dan Indonesia untuk menjalani tur pramusim. Di Indonesia, mereka dijadwalkan menghadapi rival sekota, Inter Milan, dalam sebuah laga yang diprediksi menyedot perhatian penggemar sepak bola Tanah Air. Juventus dan Palermo juga dilaporkan akan ambil bagian dalam tur serupa di kawasan Asia-Pasifik pada periode yang sama.
Kembali ke Eropa, Milan akan menantang Manchester United di tempat netral, tepatnya di Tarczynski Arena, Wroclaw, Polandia, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pertandingan ini menjadi uji coba pamungkas sebelum Rossoneri bertandang ke markas Torino pada pekan pertama Serie A. Bagi penggemar di Indonesia, laga melawan Inter Milan di Tanah Air menjadi sorotan utama, mengingat animo tinggi terhadap Derby della Madonnina di kawasan Asia Tenggara.
Namun, di balik jadwal padat pramusim, Milan tengah dilanda krisis manajemen yang serius. Hingga saat ini, klub belum memiliki pelatih kepala, direktur olahraga, direktur teknis, maupun CEO. Kepergian Massimiliano Allegri, Igli Tare, Geoffrey Moncada, dan Giorgio Furlani sehari setelah musim 2025-26 berakhir meninggalkan kekosongan di jajaran puncak. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa sejumlah pemain bintang bisa hengkang, terutama karena Milan dipastikan absen dari Liga Champions musim depan. Nama-nama seperti Rafael Leao, Luka Modric, Adrien Rabiot, dan Mike Maignan disebut-sebut masuk dalam daftar pemain yang mungkin pergi.
Bagi sepak bola Indonesia, kedatangan Milan dan Inter menjadi angin segar. Laga derbi di Jakarta atau kota besar lainnya diprediksi akan menarik minat besar, baik dari segi penonton maupun potensi komersial. Namun, ketidakpastian manajemen Milan bisa memengaruhi komposisi skuad yang dibawa. Jika para bintang hengkang, daya tarik laga bisa berkurang. Sebaliknya, jika manajemen segera menemukan solusi, tur ini bisa menjadi momentum kebangkitan Milan di bawah kepemimpinan baru.
Pertanyaan besarnya: akankah Milan mampu menyelesaikan kekosongan manajemen sebelum tur dimulai? Atau justru kepergian para pemain kunci akan mengubah peta kekuatan tim? Jawabannya akan menentukan tidak hanya performa di pramusim, tetapi juga prospek Rossoneri di Serie A musim depan.



