Aquilani Resmi Tangani Sassuolo, Debut Perdananya di Serie A
Baca dalam 60 detik
- Mantan gelandang Liverpool dan Roma, Alberto Aquilani, resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Sassuolo untuk musim 2026-27.
- Ini merupakan pengalaman pertama Aquilani menangani klub Serie A setelah sebelumnya sukses membawa Catanzaro ke final play-off Serie B.
- Kepergian CEO Giovanni Carnevali ke Juventus menandai perubahan besar di tubuh Sassuolo dalam sehari yang sama.

Alberto Aquilani akhirnya mendapatkan kesempatan pertamanya sebagai pelatih kepala di Serie A. Sassuolo secara resmi mengumumkan penunjukan mantan gelandang Liverpool dan Roma itu pada Jumat (26/6) waktu setempat, menandai babak baru bagi klub yang musim lalu finis di peringkat ke-11 dengan 49 poin.
Aquilani, yang kini berusia 41 tahun, menandatangani kontrak berdurasi dua tahun. Ia menggantikan Fabio Grosso yang hengkang ke Fiorentina. Grosso sendiri merupakan pelatih berstatus juara dunia 2006 bersama Italia, sehingga langkah Sassuolo merekrut Aquilani terbilang berani—mengorbitkan pelatih muda yang belum pernah memegang kendali di kasta tertinggi.
Perjalanan kepelatihan Aquilani dimulai sebagai asisten teknis Giuseppe Iachini di Fiorentina pada 2019-20, kemudian menangani tim U19 Fiorentina. Pada 2023-24, ia menukangi Pisa di Serie B, lalu musim lalu membawa Catanzaro ke final play-off promosi Serie B, meski akhirnya kalah dari Monza. Pengalaman tersebut dianggap cukup untuk meyakinkan manajemen Sassuolo bahwa Aquilani layak naik level.
Bagi pengamat sepak bola Italia, keputusan Sassuolo mempromosikan Aquilani dari divisi bawah ke Serie A mencerminkan tren klub-klub menengah yang mulai berani memberi kepercayaan kepada pelatih muda dengan filosofi permainan modern. Aquilani dikenal sebagai gelandang kreatif semasa aktif, dan diharapkan dapat menerapkan gaya sepak bola menyerang yang menjadi identitas Sassuolo dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, hari yang sama juga menjadi saksi kepergian Giovanni Carnevali, CEO yang telah membangun Sassuolo selama 12 tahun. Carnevali pindah ke Juventus, meninggalkan kekosongan di level manajerial. Perombakan ini menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas klub, terutama di tengah persaingan Serie A yang makin ketat.
Bagi Aquilani, tantangan terbesarnya adalah membuktikan bahwa kesuksesannya di Serie B bukan sekadar kebetulan. Dengan skuad yang relatif muda dan tanpa tekanan besar untuk langsung bersaing di papan atas, ia memiliki ruang untuk mengembangkan ide-ide taktisnya. Namun, publik Italia akan mengawasi apakah mantan pemain Liverpool ini mampu bertahan di lingkungan yang jauh lebih kompetitif.



