Juventus Ganti Direktur: Comolli Hengkang, Carnevali Ambil Alih
Baca dalam 60 detik
- Damien Comolli resmi meninggalkan Juventus setelah setahun menjabat, digantikan Giovanni Carnevali yang sebelumnya sukses di Sassuolo.
- Pergantian ini dipicu ketegangan dengan pelatih Luciano Spalletti terkait kebijakan transfer, di tengah finis peringkat keenam Serie A.
- Carnevali diharapkan membawa pendekatan berkelanjutan dan inovasi ala Sassuolo untuk mengembalikan kejayaan Juventus.

Juventus kembali melakukan pergantian di jajaran manajemen puncak. Klub raksasa Italia itu mengumumkan bahwa Damien Comolli telah hengkang secara sepakat dan posisinya sebagai Chief Executive Officer (CEO) serta General Manager akan diisi oleh Giovanni Carnevali, mantan direktur Sassuolo yang berpengalaman lebih dari satu dekade.
Keputusan ini diambil dalam rapat dewan direksi luar biasa Jumat pagi waktu setempat. Comolli, yang baru setahun bergabung β pertama sebagai General Manager lalu naik jadi CEO November 2025 β disebut tak sejalan dengan pelatih Luciano Spalletti. Ketegangan meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama soal strategi pembelian pemain, meski Spalletti baru saja diberi kontrak baru hingga 2028.
Juventus mengakhiri musim 2025/26 di peringkat keenam Serie A, hanya cukup untuk tiket Liga Europa. Pencapaian itu jauh dari standar klub yang terbiasa bersaing di Liga Champions. Kondisi inilah yang mendorong pemilik mayoritas, melalui John Elkann, untuk melakukan perubahan cepat.
Giovanni Carnevali bukan nama asing di sepak bola Italia. Selama 12 tahun memimpin Sassuolo, ia berhasil membawa klub kecil asal Emilia-Romagna itu menjadi kuda hitam Serie A yang disegani. Filosofinya yang mengedepankan keberlanjutan, pengembangan bakat muda, dan inovasi di luar lapangan menjadi daya tarik utama. Juventus menyebutnya sebagai "salah satu eksekutif paling dihormati di industri olahraga" dalam pernyataan resmi klub.
Carnevali sendiri mengaku bangga dan terhormat bergabung dengan Juventus. βSaya mendekati tantangan baru ini dengan rasa tanggung jawab besar dan keyakinan bahwa melalui komitmen harian, kami bisa membangun jalur pertumbuhan yang berkelanjutan dan masa depan yang sukses,β ujarnya. Ia juga berjanji akan bekerja sama dengan seluruh elemen organisasi untuk memastikan Juventus tetap menjadi kekuatan utama di level nasional dan internasional, tanpa melupakan warisan klub dan ambisi para penggemar.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergantian ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub besar Eropa terus beradaptasi di tengah tekanan finansial dan persaingan ketat. Juventus, yang sempat mendominasi Serie A, kini harus bersaing dengan Inter Milan, AC Milan, dan Napoli yang lebih stabil. Langkah merekrut Carnevali mengindikasikan pergeseran strategi: dari belanja besar-besaran ke pembangunan berkelanjutan ala Sassuolo. Ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai menerapkan manajemen profesional.
Pertanyaan besarnya, akankah Carnevali mampu mengembalikan Juventus ke papan atas Serie A dan bersaing di Eropa? Ataukah tekanan tinggi di Turin akan menjadi ujian terberat dalam kariernya? Hanya musim depan yang akan memberi jawaban.



