Palace Siapkan Tawaran Rp400 M untuk Gelandang Muda Middlesbrough
Baca dalam 60 detik
- Crystal Palace akan mengajukan tawaran £20 juta untuk Hayden Hackney, gelandang Middlesbrough yang dinilai sebagai pemain kunci.
- Pierre Sage, calon manajer anyar Palace, menjadikan Hackney sebagai prioritas pertama di bursa transfer setelah sukses bersama Lens.
- Persaingan dengan Everton dan kebutuhan mendesak di lini tengah membuat Palace harus mengeluarkan dana lebih dari £20 juta.
Crystal Palace dikabarkan akan segera mengajukan tawaran perdana sebesar £20 juta atau sekitar Rp400 miliar untuk mengamankan jasa Hayden Hackney, gelandang serang Middlesbrough yang menjadi incaran utama klub London Selatan itu. Langkah ini menjadi sinyal awal ambisi Palace di bawah kepemimpinan calon manajer anyar, Pierre Sage, yang baru saja sukses membesut Lens.
Menurut laporan Daily Mail, Palace harus bersaing ketat dengan Everton yang juga mengincar pemain berusia 23 tahun tersebut. Namun, Middlesbrough mematok harga £25 juta untuk Hackney, meskipun kontraknya hanya tersisa satu tahun. Selisih £5 juta ini menjadi batu sandungan yang harus diatasi oleh direktur olahraga Matt Hobbs dan timnya.
Kebutuhan Palace di lini tengah semakin mendesak setelah Daichi Kamada dipastikan hengkang pada akhir kontraknya, sementara Liverpool dikabarkan siap membajak Adam Wharton. Situasi ini membuka peluang besar bagi Hackney untuk mendapatkan menit bermain reguler di Selhurst Park, apalagi jika Palace berhasil lolos ke Liga Europa musim depan.
Hackney sendiri bukan nama asing di kancah sepak bola Inggris. Ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Championship musim lalu setelah tampil impresif dalam 38 pertandingan. Mantan manajer Middlesbrough, Rob Edwards, pernah memujinya sebagai pemain yang "luar biasa" dengan energi tinggi, kualitas duel, dan semangat juang yang tak kenal lelah. "Itu adalah penampilan terbaiknya sejak kembali dari sukses bersama tim nasional," ujar Edwards setelah kemenangan 3-0 atas Millwall.
Pierre Sage, yang baru saja memimpin Lens meraih gelar Piala Prancis dan finis kedua di Ligue 1, dijadwalkan segera diumumkan sebagai manajer baru Palace. Kehadirannya diharapkan mampu membawa filosofi sepak bola menyerang yang sukses di Prancis. Hackney, dengan mobilitas dan visi bermainnya, dinilai cocok menjadi fondasi pertama proyek Sage di Inggris.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk diikuti karena Palace kerap menjadi klub yang memberi kesempatan bagi pemain muda Inggris untuk bersinar. Jika Hackney bergabung, ia bisa menjadi contoh bagaimana pemain dari divisi kedua bisa menembus level tertinggi Premier League. Selain itu, persaingan dengan Everton menambah bumbu persaingan di papan tengah klasemen musim depan.
Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah Palace bersedia menaikkan tawaran hingga £25 juta? Dengan kondisi keuangan klub yang masih dalam pemulihan pasca-pandemi, keputusan ini akan menjadi ujian pertama bagi Sage dan manajemen Palace. Jika gagal, opsi lain seperti pemain pinjaman atau target alternatif mungkin akan dipertimbangkan.
Ke depan, langkah Palace di bursa transfer akan menjadi indikator serius tidaknya ambisi mereka untuk bersaing di Eropa. Hackney bisa menjadi batu loncatan, atau justru menjadi pelajaran pahit jika Everton berhasil mendahului.



