Palace vs Tottenham: Perburuan Bek Ligue 1 Ganiou Memanas
Baca dalam 60 detik
- Crystal Palace dan Tottenham bersaing ketat untuk mendapatkan bek Lens, Ismaelo Ganiou, yang bernilai Β£35 juta.
- Kehadiran pelatih anyar Palace, Pierre Sage, menjadi daya tarik utama karena Ganiou pernah bekerja sama dengannya di Prancis.
- PSG juga ikut dalam perburuan, namun Palace dianggap unggul berkat hubungan Sage dengan sang pemain.

Persaingan antara Crystal Palace dan Tottenham Hotspur untuk mengamankan tanda tangan bek Ligue 1, Ismaelo Ganiou, semakin memanas. Klub asal London Selatan itu diyakini memiliki keunggulan berkat kedatangan pelatih anyar mereka, Pierre Sage, yang pernah bekerja sama dengan Ganiou di masa lalu.
Sage, yang baru saja mencapai kesepakatan prinsip untuk meninggalkan RC Lens dan bergabung dengan Palace, menjadi faktor kunci dalam negosiasi. Pelatih asal Prancis itu telah memberi tahu Lens tentang keputusannya hengkang setelah membawa klub tersebut bersaing ketat dengan Paris Saint-Germain di puncak klasemen Ligue 1 musim lalu. Kemampuan Sage membangun tim yang solid membuat Palace optimistis bisa mendatangkan pemain incarannya.
Ganiou, bek tengah berusia 22 tahun, dianggap sebagai salah satu prospek terbaik di Prancis. Scout Jacek Kulig bahkan menyebutnya sebagai pemain yang "luar biasa" bulan lalu. Ia bisa menjadi mitra ideal bagi Maxence Lacroix di lini belakang Palace. Namun, Lens mematok harga tinggi, sekitar β¬40 juta atau Β£35 juta, yang menjadi tantangan tersendiri bagi klub peminat.
Tottenham Hotspur, yang juga membutuhkan tambahan tenaga di lini belakang, harus bersaing ketat dengan rival sekota mereka. Kehadiran Sage di Palace menjadi daya tarik tersendiri bagi Ganiou, yang dikabarkan terbuka untuk bersatu kembali dengan mantan pelatihnya di London Selatan. Situasi ini menjadi pukulan bagi Spurs yang berpotensi kehilangan target utama mereka.
Selain Ganiou, Palace juga dikaitkan dengan gelandang Middlesbrough, Hayden Hackney, yang harganya diperkirakan Β£25 juta. Langkah ini menunjukkan ambisi Palace untuk memperkuat skuad di bawah arahan Sage, terutama dengan rumor kepergian Adam Wharton yang masih menggantung.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, persaingan ini menarik karena menunjukkan bagaimana faktor hubungan personal antara pemain dan pelatih bisa menjadi penentu dalam transfer pemain. Selain itu, nilai transfer yang fantastis mencerminkan inflasi harga pemain di Eropa, yang juga berdampak pada pasar sepak bola Asia termasuk Indonesia. Klub-klub Indonesia perlu mencermati tren ini dalam strategi perekrutan pemain asing ke depannya.
Keputusan akhir ada di tangan Ganiou dan kedua klub. Apakah ia akan memilih bergabung dengan Palace dan Sage, atau memilih tantangan di Tottenham bersama Ange Postecoglou? Atau justru PSG yang akan membajak transfer ini? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa pekan mendatang.



