Piala Dunia 2026: 16 Kota Siap Gelar 104 Laga di Tiga Negara
Baca dalam 60 detik
- FIFA World Cup 2026 akan menjadi edisi terbesar dengan 104 pertandingan di 16 kota tuan rumah yang tersebar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
- Meksiko mencetak sejarah sebagai negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia pria untuk ketiga kalinya, setelah 1970 dan 1986.
- Kanada akan menggelar Piala Dunia pria untuk pertama kalinya, sementara AS kembali menjadi tuan rumah setelah 32 tahun sejak 1994.
FIFA World Cup 2026 dipastikan menjadi edisi paling masif dalam sejarah turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Sebanyak 104 pertandingan akan digelar di 16 kota yang tersebar di tiga negara—Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat—menjadikannya Piala Dunia pertama yang diselenggarakan bersama oleh tiga negara sekaligus.
Turnamen yang akan berlangsung pada Juni-Juli 2026 ini akan diikuti 48 tim, meningkat dari 32 tim pada edisi sebelumnya. Dengan format baru, jumlah laga bertambah signifikan dari 64 menjadi 104, menjanjikan tontonan yang lebih panjang dan kompetitif. FIFA menyebut ajang ini sebagai yang paling inklusif, karena melibatkan lebih banyak negara dari berbagai benua.
Dari sisi tuan rumah, Meksiko mencatatkan prestasi unik: menjadi negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia pria untuk ketiga kalinya, setelah sebelumnya sukses menggelar edisi 1970 dan 1986. Stadion Azteca di Kota Meksiko, yang menjadi saksi kejayaan Diego Maradona dan Pelé, akan kembali menjadi ikon. Sementara itu, Kanada akan merasakan pengalaman pertama menjadi tuan rumah Piala Dunia pria, meski sebelumnya telah sukses menyelenggarakan Piala Dunia Wanita 2015. Amerika Serikat, yang terakhir menjadi tuan rumah pada 1994, kembali mendapat kepercayaan menggelar partai-partai penting, termasuk kemungkinan final.
Bagi Indonesia, Piala Dunia 2026 memiliki arti khusus. Meskipun Timnas Indonesia belum lolos, turnamen ini menjadi momentum bagi penggemar sepak bola Tanah Air untuk menyaksikan langsung laga-laga kelas dunia di Amerika Utara. Selain itu, dengan adanya wakil dari Asia yang kemungkinan besar akan berlaga, antusiasme masyarakat Indonesia diprediksi tinggi. Jadwal pertandingan yang sebagian besar berlangsung di zona waktu yang berselisih 12-14 jam dengan WIB juga akan menjadi tantangan tersendiri bagi penggemar yang ingin mengikuti secara langsung.
Dari sisi penyelenggaraan, FIFA menekankan aspek keberlanjutan dan infrastruktur yang sudah siap. Sebagian besar stadion yang digunakan sudah ada dan hanya memerlukan renovasi ringan, sehingga tidak ada proyek konstruksi besar yang membebani lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen FIFA untuk mengurangi jejak karbon turnamen.
Pertanyaan besar yang masih menggantung adalah bagaimana pembagian jadwal dan lokasi pertandingan final. Apakah akan digelar di MetLife Stadium New York/New Jersey, atau justru di Stadion SoFi Los Angeles yang megah? Keputusan ini akan diumumkan FIFA dalam waktu dekat, dan akan menentukan pusat perhatian dunia pada Juli 2026.



