Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Tahuna, Sulawesi Utara: BMKG Imbau Waspada Susulan
Baca dalam 60 detik
- Gempa bumi berkekuatan M5,2 melanda wilayah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Selasa siang.
- Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer, termasuk kategori dangkal yang berpotensi merusak jika berada di dekat pemukiman.
- Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, meskipun belum ada laporan kerusakan signifikan.
Gempa bumi dengan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Selasa (9/6/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer, menjadikannya gempa dangkal yang getarannya cukup terasa di permukaan.
Berdasarkan rilis BMKG, gempa terjadi tepat pukul 13.15.14 WIB dengan episenter di koordinat 5,27 Lintang Utara dan 125,32 Bujur Timur. Lokasi tersebut berjarak sekitar 185 kilometer barat laut Tahuna. BMKG melalui akun resmi di platform X (sebelumnya Twitter) menyampaikan bahwa data awal masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring kelengkapan informasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan. Namun, gempa dangkal seperti ini kerap memicu kepanikan di masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana seismik. Sulawesi Utara sendiri berada di kawasan Cincin Api Pasifik sehingga sering mengalami aktivitas tektonik.
Menurut catatan BMKG, gempa dengan magnitudo di atas 5,0 di kedalaman kurang dari 30 kilometer berpotensi menimbulkan kerusakan ringan hingga sedang, terutama pada bangunan yang tidak tahan gempa. Wilayah Kepulauan Sangihe dan sekitarnya memang memiliki sejarah gempa bumi signifikan, termasuk gempa M6,5 pada 2023 lalu yang merusak puluhan rumah.
Pemerintah daerah bersama BPBD setempat diharapkan segera melakukan pemantauan lapangan untuk memastikan kondisi terkini. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu merujuk pada data resmi BMKG. Gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil masih mungkin terjadi dalam beberapa jam ke depan.
Bagi warga Indonesia, khususnya di kawasan rawan gempa, kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Langkah sederhana seperti mengenali jalur evakuasi, menyiapkan tas siaga bencana, dan memastikan struktur bangunan memenuhi standar tahan gempa bisa menjadi penentu keselamatan. Akankah peristiwa ini mendorong evaluasi lebih ketat terhadap tata ruang dan bangunan di Sulawesi Utara?



