Perampok Bacok Ibu dan Anak di Depok dengan Samurai, Jari Hampir Putus
Baca dalam 60 detik
- Seorang ibu dan anak di Tapos, Depok, menjadi korban perampokan sadis yang menggunakan samurai, menyebabkan luka bacokan parah.
- Pelaku masuk melalui lubang angin di atas pintu, mengambil senjata milik korban, dan melarikan diri dengan satu ponsel setelah gagal menemukan perhiasan.
- Polisi masih memburu pelaku berdasarkan rekaman CCTV yang menunjukkan ciri-ciri fisik dan arah pelarian ke Jakarta.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8130052/original/049669400_1780981856-Perampokan.jpg)
Seorang ibu bernama Elis dan anak perempuannya, Gebby, menjadi korban perampokan brutal di rumah mereka di Sukamaju Baru, Tapos, Depok, pada Senin dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Pelaku yang menggunakan samurai milik korban sendiri melukai keduanya hingga mengalami luka bacokan serius, termasuk jari Elis yang hampir putus dan luka di kepala Gebby sedalam sembilan sentimeter.
Menurut keterangan keluarga korban, Lauren Stumilar, pelaku diduga masuk dengan melompati pagar lalu menyelinap melalui lubang angin di atas pintu rumah. Saat itu, Gebby yang belum tidur melihat aksi pelaku dan berteriak, sehingga terjadi pergulatan. Dalam kepanikan, pelaku mengambil samurai yang tersimpan di dekat pintu dan menyerang Gebby serta Elis yang keluar kamar mendengar teriakan.
"Mereka hanya bisa menahan serangan dengan tangan, karena tidak punya alat untuk melawan," ujar Lauren. Akibatnya, Elis mengalami luka robek di tangan kanan hingga jari hampir putus, sementara Gebby menderita luka bacokan di kepala yang mencapai batok kepala dan membutuhkan jahitan dalam. Kedua korban kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pelaku sempat mencari perhiasan di rumah korban, namun tidak menemukannya dan hanya membawa kabur ponsel Elis. Keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Depok. Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya bersama Polres Metro Depok sedang melakukan penyelidikan. Polisi telah memeriksa dua orang saksi dan mengamankan rekaman CCTV dari sekitar lokasi yang menunjukkan pelaku melarikan diri ke arah Jalan Raya Bogor menuju Jakarta.
"Kami masih menyelidiki tersangka berdasarkan rekaman CCTV," kata Jupriono. Namun, polisi belum bisa meminta keterangan dari kedua korban karena masih dalam perawatan medis. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya keamanan rumah, terutama akses melalui lubang angin dan ventilasi yang kerap diabaikan. Warga diimbau untuk lebih waspada dan memastikan titik-titik rawan di rumah tidak dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Ke depannya, aparat kepolisian diharapkan dapat segera menangkap pelaku sebelum aksi serupa terulang. Pertanyaan yang mengemuka: apakah modus masuk melalui lubang angin ini akan menjadi tren baru kejahatan di pemukiman padat seperti Depok? Warga pun menanti langkah preventif dari pihak berwenang.



