Salamander Raksasa 'Pemancar Laser' dari Jepang Viral, Ini Fakta di Balik Foto
Baca dalam 60 detik
- Foto salamander raksasa yang tampak menyemburkan sinar merah dari matanya viral di media sosial, meraup lebih dari 28.000 suka di X.
- Efek optik itu terjadi akibat pantulan cahaya dari poster di seberang akuarium, bukan kemampuan supernatural hewan tersebut.
- Akuarium setempat justru mempertahankan tata cahaya tersebut untuk menarik pengunjung berburu foto 'monster' serupa.

Foto seekor salamander raksasa yang seolah-olah menembakkan sinar laser merah dari kedua matanya menjadi viral di media sosial, memicu decak kagum dan rasa penasaran warganet global. Unggahan dari Akame Waterfalls Aquarium di Nabari, Prefektur Mie, Jepang itu telah diklik suka lebih dari 28.000 kali di platform X dalam waktu singkat.
Dalam gambar yang beredar, tampak seekor salamander raksasa berukuran sekitar 110 sentimeter mengangkat tubuh bagian atasnya di dalam akuarium. Sorot mata hewan yang dilindungi sebagai monumen alam khusus Jepang itu memancarkan cahaya kemerahan, persis seperti monster dalam film efek khusus. Namun, pihak akuarium menegaskan bahwa mata salamander tersebut tidak benar-benar bercahaya.
Fenomena optik itu terjadi secara tidak sengaja. Lampu yang dipasang di depan poster salamander raksasa di seberang akuarium—tempat pengunjung biasa berfoto—memantul pada kaca tangki dan menciptakan ilusi seolah-olah hewan tersebut menembakkan sinar dari matanya. Fotografer Kohei Nishi, staf dari Asosiasi Pelestarian Lingkungan Lembah Air Terjun Akame 48 yang mengelola akuarium, mengaku memotret momen itu secara iseng saat sedang merawat lumut di depan tangki. Ia menyebutnya sebagai 'momen ajaib' yang tertangkap pada sudut yang sempurna.
Meskipun pantulan cahaya kerap mengganggu pengamatan hewan, pihak Akame Waterfalls Aquarium justru memutuskan untuk mempertahankan tata lampu tersebut. Alasannya, efek visual itu dinilai mampu menambah daya tarik bagi pengunjung. Akuarium bahkan secara terbuka mengundang publik untuk datang dan 'mencoba mendapatkan foto ajaib sendiri yang membuat salamander tampak seperti monster'.
Fenomena ini mengingatkan pada tren serupa di Indonesia, di mana unggahan hewan dengan efek optik tak terduga kerap viral, seperti kucing dengan mata bersinar akibat lampu senter atau burung yang tampak bercahaya karena pantulan cahaya. Para pegiat konservasi di Tanah Air menilai momen seperti ini bisa menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang satwa langka, asalkan disertai edukasi yang tepat. Di Indonesia, salamander raksasa tidak ditemukan di alam liar, namun terdapat hewan endemik serupa seperti kadal air raksasa (Tylototriton) di beberapa wilayah.
Ke depan, Akame Waterfalls Aquarium berencana menjadikan fenomena ini sebagai bagian dari promosi wisata edukatif. Pertanyaannya, akankah tren 'foto monster' ini justru mengalihkan perhatian pengunjung dari misi konservasi yang sesungguhnya? Atau sebaliknya, menjadi jembatan untuk mengenalkan lebih dalam tentang biologi dan perlindungan salamander raksasa?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259054/original/094853000_1781441071-VID-20260614-WA0054_1_.jpg)