Pengeroyokan di Tempat Biliar Jakbar: Korban Dilempar dari Lantai 2, Tiga Pelaku Ditangkap
Baca dalam 60 detik
- Seorang pria tewas setelah dikeroyok dan dilempar dari lantai dua tempat biliar di Grogol, Jakarta Barat, pada Minggu dini hari.
- Polisi telah mengamankan tiga tersangka, dua di antaranya masih di bawah umur, dan masih memburu lima pelaku lain termasuk eksekutor utama.
- Insiden ini dipicu konflik saat korban dan pelaku mengonsumsi minuman keras, berujung pada aksi kekerasan yang fatal.

Seorang pria berusia 29 tahun berinisial DM tewas setelah dikeroyok dan dilempar dari lantai dua sebuah tempat biliar di kawasan Grogol, Jakarta Barat, pada Minggu (10/5) dini hari. Polisi telah menangkap tiga orang tersangka, namun masih memburu lima pelaku lainnya, termasuk orang yang diduga mendorong korban hingga jatuh.
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, mengungkapkan bahwa peristiwa berawal dari konflik antara korban dan para pelaku saat sedang mengonsumsi minuman beralkohol. Menurut keterangan saksi, korban sempat memiting salah satu teman pelaku di tangga, yang kemudian memicu reaksi dari kelompok pelaku. "Tidak terima temannya dipiting, mereka berusaha membantu dan terjadi pengeroyokan," kata Alex kepada wartawan, Jumat (12/6).
Dalam proses pengeroyokan, para pelaku tidak hanya memukul korban, tetapi juga memecahkan kaca dan mendorong korban hingga jatuh dari lantai dua gedung. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi koma, namun nyawanya tidak tertolong setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari. Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan dan berhasil mengidentifikasi delapan pelaku.
Dari tiga tersangka yang sudah diamankan, polisi menyebut mereka terlibat dalam pemukulan terhadap korban, namun bukan pelaku utama yang mendorong korban hingga jatuh. "Mereka adalah pelaku pengeroyokan yang memukul, tapi bukan yang mendorong. Saat ini kami masih mencari pelaku tersebut," ujar Alex. Dua dari tiga tersangka diketahui masih di bawah umur, sementara satu orang lainnya diserahkan oleh keluarganya. Penangkapan dilakukan di Jakarta Barat dan Rangkasbitung, Banten.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan jalanan yang dipicu oleh konsumsi minuman keras di Jakarta. Menurut data kepolisian, konflik antar kelompok yang dipicu alkohol seringkali berujung pada tindak pidana berat. Para ahli kriminologi menilai bahwa pengawasan terhadap tempat hiburan yang menyediakan minuman keras perlu diperketat, terutama yang beroperasi hingga larut malam. Selain itu, keterlibatan anak di bawah umur dalam aksi kekerasan semacam ini menjadi perhatian serius, mengingat mereka rentan terpengaruh oleh lingkungan pergaulan yang negatif.
Polisi terus melakukan pengejaran terhadap lima pelaku lainnya, termasuk eksekutor utama yang mendorong korban. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika mengetahui keberadaan para pelaku. Pertanyaan yang muncul kemudian: apakah pengelola tempat biliar juga akan dimintai pertanggungjawaban atas insiden ini? Belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola, namun polisi memastikan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap seluruh fakta di lapangan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259054/original/094853000_1781441071-VID-20260614-WA0054_1_.jpg)