Viktor Gyokeres: Pahlawan Swedia yang Mengakhiri Penantian 492 Hari dan Mengantar Tim ke Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Gyokeres memborong empat gol di play-off, termasuk hat-trick ke gawang Ukraina dan gol penentu kemenangan atas Polandia di menit akhir.
- Pelatih Graham Potter dinilai berhasil mengubah mentalitas Swedia setelah sempat terpuruk di kualifikasi grup dengan hanya dua poin.
- Swedia lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya sejak 2018, membuktikan kebangkitan setelah rentetan hasil buruk.
Viktor Gyokeres memastikan namanya tercatat sebagai pahlawan Swedia setelah membawa timnya lolos ke Piala Dunia 2026 melalui babak play-off Eropa. Striker yang sempat paceklik gol selama 492 hari di level timnas itu tiba-tiba menjelma menjadi mesin gol di dua laga krusial: mencetak hat-trick ke gawang Ukraina di semifinal dan gol kemenangan pada menit ke-88 saat menghadapi Polandia di partai final.
Swedia nyaris gagal total setelah hanya mengoleksi dua poin di Grup B kualifikasi zona Eropa dan finis di dasar klasemen. Namun, performa impresif di UEFA Nations League 2024โdi mana Gyokeres mencetak rekor sembilan gol dalam enam pertandingan, termasuk empat gol saat menghancurkan Azerbaijan 6-0โmemberi mereka tiket kedua. Swedia menjadi salah satu dari empat peringkat terbaik Nations League yang belum lolos otomatis, bersama Irlandia Utara, Makedonia Utara, dan Rumania.
Kebangkitan Swedia tidak lepas dari kedatangan Graham Potter sebagai pelatih pada Oktober lalu. Pelatih asal Inggris yang pernah menangani Gyokeres di Brighton itu langsung mengubah atmosfer tim. "Dia membawa energi positif yang luar biasa ke dalam grup. Pentingnya memiliki koneksi di dalam dan luar lapangan tidak bisa diremehkan. Dia juga menekankan agar kami menikmati permainan dan menyadari betapa besar arti timnas bagi negara," ujar Gyokeres kepada FIFA.
Perubahan drastis terjadi dalam waktu singkat. Sebelum Potter datang, Swedia sempat kalah dari Luksemburg yang berada 65 peringkat di bawah mereka dan menjalani enam laga kompetitif tanpa kemenangan. Kini, Swedia sukses mengalahkan dua tim berperingkat lebih tinggi dan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak Rusia 2018. "Kami selalu tahu punya tim hebat dengan pemain-pemain berkualitas. Mungkin kami kurang beruntung di beberapa pertandingan, dan dalam dua tahun terakhir banyak pemain baru bergabung. Butuh waktu untuk membangun kekompakan. Sekarang kami sudah menunjukkan bahwa kami adalah tim yang hebat," tambah Gyokeres.
Bagi Indonesia, perjalanan Swedia ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya konsistensi dan peran pelatih dalam membangun mentalitas tim. Swedia yang sempat terpuruk mampu bangkit berkat kombinasi antara performa individu gemilang dan sentuhan pelatih yang tepat. Di tengah persaingan ketat sepak bola Asia, Timnas Indonesia juga tengah berjuang membangun fondasi serupa untuk bersaing di level tertinggi. Pertanyaan besarnya: apakah Indonesia bisa menemukan sosok seperti Gyokeres dan Potter untuk mengubah nasib?



