Robert Irwin Siapkan ‘Khaki Tuxedo’ untuk Peran James Bond: Lawan Perusakan Habitat
Baca dalam 60 detik
- Robert Irwin, putra Steve Irwin, menyatakan minatnya menjadi James Bond dengan sentuhan konservasi, lengkap dengan setelan khaki dan musuh perusakan habitat.
- Pencarian Bond baru oleh Amazon MGM memasuki babak baru dengan melibatkan casting director Nina Gold, sementara nama Jacob Elordi dan Callum Turner juga disebut-sebut.
- Jika terpilih, Irwin akan menjadi Bond termuda dan pertama yang mengusung misi lingkungan, sebuah gebrakan yang bisa mengubah citra klasik agen rahasia tersebut.

Robert Irwin, pemuda 22 tahun yang mewarisi kecintaan pada alam dari sang ayah, Steve Irwin, tak hanya dikenal sebagai presenter dan pegiat konservasi. Ia juga bermimpi mengenakan setelan jas—bukan sekadar jas biasa, melainkan jas berekor ala James Bond dengan sentuhan khas: khaki. Dalam sebuah wawancara dengan The Watchlist, Irwin melontarkan gagasan segar jika diberi kesempatan memerankan agen 007: sang penjahat bukan lagi organisasi kriminal global, melainkan perusakan habitat.
“Kalau Jacob (Elordi) mundur, saya siap,” ujar Irwin setengah bercanda. “Saya tak tahu apakah peran pertama saya bisa langsung James Bond, tapi saya tak akan menolak. Jas khaki? Tentu saja! Dan penjahatnya adalah perusakan habitat.” Pernyataan ini mencuat di tengah hiruk-pikuk pencarian Bond baru yang resmi dimulai oleh Amazon MGM setelah Daniel Craig pensiun pada 2021 lewat No Time To Die.
Irwin, yang sejauh ini belum memiliki pengalaman akting layar lebar, justru melihat peluang untuk memadukan warisan keluarganya di bidang konservasi dengan ikon pop culture global. Ia dikenal sebagai pembawa acara Dancing With The Stars: The Next Pro dan aktif mengelola Australia Zoo milik keluarganya. “Saya tidak bisa diam; itu membuat saya mual secara fisik,” katanya, menggambarkan etos kerjanya yang tak kenal lelah. “Saya selalu harus bergerak. Jika tidak, saya tidak bisa tidur dan merasa akan pingsan.”
Pencarian Bond baru memang menjadi salah satu perburuan kasting paling bergengsi di Hollywood. Setelah Barbara Broccoli dan Michael G. Wilson mundur, Amazon MGM mengambil alih kendali kreatif. Studio mengonfirmasi bahwa audisi telah dimulai, meski enggan memberi detail. “Kami tidak akan berkomentar selama proses casting, tetapi akan memberi kabar begitu waktunya tepat,” bunyi pernyataan resmi. Langkah ini mengakhiri spekulasi panjang tentang siapa yang akan menggantikan Craig, yang memerankan Bond selama 15 tahun.
Bagi penonton Indonesia, kandidat Bond dari Australia seperti Irwin atau Elordi menawarkan daya tarik tersendiri. Pasar film Indonesia yang besar dan antusiasme terhadap waralaba 007 membuat pemilihan aktor berwajah segar bisa menjadi strategi pemasaran global. Namun, Irwin juga membawa risiko: ia belum teruji di layar lebar. “Memasangkan Bond dengan isu lingkungan bisa menjadi langkah berani,” kata pengamat film dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Rahman. “Tapi publik mungkin perlu waktu untuk menerima Bond yang lebih ‘hijau’.”
Irwin sendiri sadar bahwa mimpinya masih jauh dari kenyataan. “Saya sering berkata ‘ya’ pada terlalu banyak hal,” akunya. “Tapi ketika pulang, pekerjaan sesungguhnya untuk kebun binatang dan proyek konservasi dimulai. Saya menyukainya.” Pertanyaan besarnya: akankah Amazon MGM berani mengambil risiko dengan Bond yang tak biasa, atau tetap memilih aktor kawakan? Jawabannya mungkin baru akan terungkap dalam beberapa bulan ke depan, saat nama-nama kandidat mulai mengerucut.



