Charli XCX Ungkap Lima Lagu Favoritnya: Dari Nostalgia Hingga Euforia
Baca dalam 60 detik
- Charli XCX memilih lima lagu dari album lamanya sebagai favorit pribadi, termasuk 'Stay Away' dan 'Next Level Charli'.
- Pilihan lagu itu mencerminkan perjalanan emosional dan artistik sang musisi dari era True Romance hingga Brat.
- Album terbaru 'Music, Fashion, Film' lahir dari inspirasi mendadak yang menggagalkan rencana istirahatnya.

Charli XCX, penyanyi dan penulis lagu asal Inggris, baru saja merilis album studio kedelapannya yang bertajuk Music, Fashion, Film. Namun di tengah promosi, ia menyempatkan diri untuk merangkai daftar lagu favorit dari perjalanan kariernya sendiri—sebuah pengakuan yang mengungkap sisi sentimental yang jarang terlihat dari sang bintang pop.
Dalam wawancara dengan SPIN’s Lipps Service, Charli memilih lima lagu yang mewakili berbagai fase kreatifnya: Stay Away, Next Level Charli, remix 365 bersama Shygirl, Track 10, dan Vroom Vroom. Kelima lagu ini berasal dari album yang berbeda, mulai dari debut True Romance (2011) hingga Pop 2 (2017) dan Brat (2024).
Charli mengaku bahwa Stay Away memiliki tempat spesial. “Lagu itu sangat sentimental karena menjadi lagu resmi pertama yang saya rilis. Sampai sekarang saya masih suka memutarnya dan berpikir, ‘Wow, itu keren sekali’,” ujarnya. Sementara itu, Next Level Charli selalu memberinya sensasi euforia, dan remix 365 disebutnya sebagai “lagu tentang tidak tahu kapan harus pulang dari pesta—sesuatu yang memang saya alami.”
Di balik daftar nostalgia itu, Charli juga menyisipkan lagu baru No One Lasts Forever sebagai bonus track dalam album Music, Fashion, Film. Lagu penutup ini mengangkat tema kematian dalam konteks seni dan ketenaran, dan berisi rekaman percakapannya dengan sutradara David Cronenberg saat berkunjung ke Toronto.
“Saya benar-benar berpikir tidak akan membuat musik untuk sementara waktu setelah Brat dan Wuthering Heights. Tapi kemudian inspirasi datang begitu saja—saya percaya jika mendapat karunia itu, kita harus mengikutinya karena tidak tahu berapa lama akan bertahan.”
Inspirasi mendadak itulah yang mengubah rencana istirahat Charli. Setelah menyelesaikan soundtrack film Wuthering Heights (2026), ia merasa kehabisan kata-kata. Namun suatu hari, benih ide untuk Music, Fashion, Film muncul dan tak bisa diabaikan. “Itu benar-benar mengejutkan saya. Saya tidak menyangka akan membuat rekaman lagi, tapi begitu idenya muncul, saya harus menuangkannya,” katanya.
Bagi penggemar di Indonesia, perjalanan Charli XCX mungkin terasa akrab. Genre hiperpop yang ia pelopori telah menarik banyak pengikut di kalangan anak muda Tanah Air, terutama melalui platform streaming dan media sosial. Album Brat sendiri sempat menjadi perbincangan hangat di forum-forum musik lokal karena perpaduan lirik blak-blakan dan produksi eksperimental. Kini dengan Music, Fashion, Film, sang bintang kembali menunjukkan bahwa kreativitas tidak pernah mengikuti jadwal—sebuah pelajaran yang relevan bagi musisi Indonesia yang kerap berjuang mencari terobosan.
Ke depan, publik penasaran apakah album baru ini akan mengubah arah musik pop secara global, atau justru memperkuat posisi Charli sebagai ikon alternatif. Yang jelas, daftar lagu favoritnya kali ini menjadi jendela kecil untuk memahami apa yang paling berharga baginya setelah lebih dari satu dekade berkarier.



