Carrie Coon: Popularitas Tak Pernah Jadi Tujuan, Peran Besar Tetap Harus Diperjuangkan
Baca dalam 60 detik
- Aktris The White Lotus, Carrie Coon, mengaku tidak pernah mendambakan ketenaran dan tetap menjalani hidup seperti biasa meski namanya melambung.
- Ia mengaku masih harus bersaing ketat untuk mendapatkan peran di film besar, sementara tawaran yang masuk justru didominasi naskah film indie tanpa pendanaan.
- Ketenaran dari The White Lotus belum memberikan dampak material yang signifikan terhadap kariernya, dan ia masih menunggu perubahan nyata.

Carrie Coon, aktris yang namanya melesat berkat perannya dalam serial hit The White Lotus, menegaskan bahwa popularitas bukanlah sesuatu yang pernah ia kejar. Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, perempuan 45 tahun itu mengaku bahwa sorotan publik terhadap dirinya dan kehidupan pribadinya terasa sangat asing.
"Bagian tentang diskusi publik mengenai diri Anda dan hidup Anda, itu selalu terasa jauh dari saya," ujar Coon. Meski demikian, ia bukanlah tipe aktris yang cuek sepenuhnya. Ia mengaku kerap membaca ulasan dan bahkan 'menghantui' Reddit untuk melihat bagaimana karyanya diterima. Menurutnya, menerima kritik baik dan buruk penting untuk menyadari bahwa semua itu subjektif dan sebenarnya tidak ada hubungannya dengan diri sendiri.
Fenomena The White Lotus memang membawa Coon ke panggung yang lebih luas, namun ia merasa perjalanan kariernya yang perlahan dan stabil terjadi di luar kendalinya. "Bahkan setelah The White Lotus, saya masih bisa keluar dan disangka pemain gitar oleh seorang pelayan restoran. Orang-orang masih samar-samar merasa mengenal saya, mungkin dari sekolah menengah mereka. Itu menyenangkan, dan saya tidak ingin mengubahnya," katanya.
Namun, di balik ketenaran yang diraih, Coon masih diliputi ketidakpastian. Ia mengaku belum melihat dampak material yang nyata dari kesuksesan The White Lotus terhadap kariernya. "Banyak artikel analisis yang ditulis tentang acara itu dan para perempuannya. Mungkin orang mulai menonton The Gilded Age. Tapi saya belum melihat hasil materialnya," ungkapnya.
Yang menarik, Coon justru mengaku masih harus berjuang keras untuk mendapatkan peran-peran impian. Ia mengungkapkan bahwa tawaran yang membanjiri kotak masuknya bukanlah film-film blockbuster Hollywood, melainkan naskah-naskah film indie yang belum memiliki pendanaan. "Inilah kenyataannya: saya masih harus berjuang. Saya akan terus berjuang untuk film-film besar. Yang saya dapatkan sekarang? Naskah indie tanpa dana. Itu yang saya terima," tegasnya.
Bagi pengamat industri hiburan, pernyataan Coon menyoroti realitas pahit di Hollywood: ketenaran tidak selalu berbanding lurus dengan kesempatan. Bahkan setelah membintangi serial yang digandrungi global, seorang aktris sekaliber Coon masih harus menghadapi persaingan ketat dan minimnya tawaran film bermodal besar. Situasi ini mungkin tak jauh berbeda dengan industri perfilman di Indonesia, di mana aktor dan aktris berbakat kerap kesulitan mendapatkan peran utama meski telah memiliki nama besar.
Lantas, akankah ketenaran dari The White Lotus pada akhirnya membuka pintu bagi Coon untuk mendapatkan peran-peran yang selama ini ia idamkan? Ataukah ia akan terus bergulat dengan naskah-naskah indie yang tak kunjung terealisasi? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti: Carrie Coon tidak akan berhenti berjuang.



