Rosie O'Donnell Buka Suara soal Operasi Wajah: Bukan karena Usia, Tapi Agar Tak Terlihat Sedih
Baca dalam 60 detik
- Aktris Rosie O'Donnell menjalani facelift karena kerutan di wajahnya membuat orang di Irlandia kerap mengira ia sedang murung.
- Penurunan berat badan lebih dari 22 kilogram akibat obat diabetes Mounjaro menyebabkan kulit berlebih di area wajah yang ingin diangkat.
- Rosie memilih jujur tentang prosedurnya demi mengedepankan autentisitas, meski sempat ragu karena anaknya menentang keras.

Rosie O'Donnell, aktris yang dikenal lewat film A League of Their Own, mengungkapkan alasan di balik keputusannya menjalani operasi facelift pada Januari lalu. Bukan semata-mata karena faktor usia, melainkan karena kerutan di wajahnya kerap disalahartikan sebagai ekspresi kesedihan oleh orang-orang di sekitarnya.
Sejak pindah ke Howth, Irlandia, setahun lalu bersama putra bungsunya yang berusia 13 tahun, O'Donnell sering mendapat pertanyaan simpatik dari warga setempat. "Mereka bilang, 'Apa kau sedih, sayang? Ada apa?' Padahal itu hanya wajahku. Aku tidak sedih, memang begitulah penampilanku," ujarnya kepada E! News. Dua garis di wajahnya itulah yang kemudian mendorongnya untuk melakukan tindakan estetika.
Faktor lain yang memperkuat keputusannya adalah efek samping dari penggunaan obat diabetes Mounjaro. Dalam tiga tahun terakhir, O'Donnell kehilangan lebih dari 50 pon (sekitar 22,7 kilogram) berat badan. Penurunan drastis itu meninggalkan kulit berlebih di area wajah yang ingin ia rapikan. "Itu yang menyebabkan banyak kulit ekstra di sekitar wajahku," jelasnya.
Pelantun I'm Not Upset ini memilih bersikap transparan dengan membagikan foto sebelum dan sesudah operasi kepada para penggemar. "Autentisitas adalah tujuannya saat ini. Yang terpenting adalah kebenaran dan cinta, jadi aku ingin jujur tentang semua emosi rumit yang kurasakan," katanya. Ia bahkan menyertakan nama dokter yang menanganinya, meski mengakui biaya prosedur itu sangat mahal—"lebih mahal dari mobil termahal yang pernah kubeli, tapi aku tidak bisa mengendarai mobil di wajahku."
Menariknya, O'Donnell sempat ragu karena putranya, Clay, yang memiliki autisme, menentang keras. "Dia bilang, 'Jika kau melakukannya, aku tidak akan bisa menghormatimu lagi,'" kenang O'Donnell. Pernyataan itu membuatnya menunda operasi selama beberapa bulan. Namun saat akhirnya ia menjalani prosedur dan pulang sepuluh hari kemudian, Clay sama sekali tidak menyadari perubahan. "Mereka tidak pernah menyadarinya," katanya.
Di sisi lain, O'Donnell juga mengakui adanya perasaan malu karena menghabiskan biaya besar untuk prosedur kosmetik. Dalam tulisannya di Substack, ia menyebut posisinya yang istimewa di dunia ini terasa hampir memalukan. "Tapi yang paling menyakitkan adalah kelebihan yang berlebihan itu," tulisnya.
Fenomena operasi plastik di kalangan selebritas Hollywood memang bukan hal baru, namun pengakuan jujur O'Donnell membuka diskusi tentang tekanan sosial terhadap penampilan, terutama di usia senja. Di Indonesia, tren prosedur estetika juga meningkat, didorong oleh media sosial dan standar kecantikan yang kian ketat. Namun, tidak semua orang memiliki akses atau keberanian untuk melakukannya secara terbuka seperti O'Donnell.
Ke depannya, pertanyaan yang mengemuka adalah: akankah semakin banyak figur publik yang berani transparan soal operasi plastik, atau justru semakin banyak yang memilih merahasiakannya? Yang jelas, O'Donnell telah memilih jalur kejujuran, meski harus membayar mahal—bukan hanya secara finansial, tetapi juga secara emosional.



