Rupert Everett Akui Tubuh Bugar Hancurkan Kesehatannya
Baca dalam 60 detik
- Aktor Rupert Everett mengaku latihan angkat beban tanpa pemanasan di era 1990-an kini membuatnya hampir lumpuh.
- Sebelum berotot alami, ia memakai bodysuit palsu untuk membentuk tubuh, bahkan saat syuting tanpa sepengetahuan sutradara.
- Setelah dipecat dari Emily in Paris tanpa penjelasan, ia mengaku trauma hingga terbaring di tempat tidur selama dua minggu.

Aktor Rupert Everett, yang dikenal lewat film My Best Friend's Wedding, mengaku bahwa obsesinya membentuk tubuh sempurna di era 1990-an justru menghancurkan kesehatannya. Kini di usia 67 tahun, ia hampir lumpuh akibat cedera muskuloskeletal yang parah.
Dalam wawancara dengan The Guardian, Everett mengungkapkan bahwa ia tidak pernah peduli dengan peregangan atau teknik aman saat mengangkat beban. "Saya menghancurkan diri sendiri. Sekarang saya hampir lumpuh. Saya tidak pernah repot melakukan hal-hal seperti peregangan, yang sebenarnya penting untuk angkat beban karena tendon semakin kencang," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kehancuran fisiknya kini bersifat muskuloskeletal.
Sebelum benar-benar berotot, Everett mengaku menggunakan bodysuit khusus yang dibuat oleh dua perancang di Tufnell Park, London Utara. Bodysuit itu memberinya bokong palsu, betis palsu, bahu palsu, dan hampir seluruh bagian tubuh palsu. "Saya memakainya di semua kesempatan, termasuk saat syuting. Sutradara tidak tahu," katanya. Ia bahkan mengenakan bodysuit tersebut saat fitting kostum, sehingga penampilannya terlihat lebih berisi.
Kisah Everett menjadi pengingat bagi banyak orang, terutama di industri hiburan, bahwa tekanan untuk tampil sempurna bisa berakibat fatal. Di Indonesia, fenomena serupa juga marak di kalangan selebritas dan masyarakat umum yang tergiur dengan tren kebugaran instan. Banyak yang mengabaikan aspek keselamatan demi hasil cepat, tanpa menyadari risiko jangka panjang seperti cedera sendi dan otot.
Selain masalah fisik, Everett juga mengungkapkan pengalaman pahitnya di dunia akting. Ia mengaku dipecat dari serial Netflix Emily in Paris setelah tampil di musim keempat sebagai Giorgio Barbieri. Meski sempat dijanjikan akan dipanggil lagi untuk musim berikutnya, panggilan itu tak kunjung tiba. "Saya menunggu mereka menelepon, tetapi akhirnya tidak pernah datang. Mereka memecat saya. Dunia hiburan selalu sulit, dari awal hingga akhir," keluhnya kepada Vanity Fair Italia. Ia bahkan mengaku terbaring di tempat tidur selama dua minggu karena tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Sumber dari produksi menyatakan bahwa karakter Everett memang hanya sebagai bintang tamu dan ceritanya sudah selesai.
Kejujuran Everett tentang perjuangannya dengan citra tubuh dan ketidakpastian karier menyoroti sisi gelap industri hiburan yang seringkali tidak terlihat. Pertanyaannya, akankah para pekerja industri di Indonesia lebih berhati-hati dalam mengejar standar kecantikan dan kesuksesan yang kadang tidak realistis?



