Keuntungan Rp 800 Miliar dari Transfer Onana: Direktur Inter Bangga dengan 'Deal Terbaik'
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan meraup keuntungan modal tertinggi dalam sejarah klub dari transfer kiper Andre Onana ke Manchester United sebesar €50 juta, setelah mendatangkannya secara gratis.
- Direktur Inter Piero Ausilio menyebut kesepakatan Onana sebagai yang terbaik dalam hal capital gain, hanya bisa disaingi oleh transfer Zlatan Ibrahimovic.
- Onana hanya bermain satu musim di Inter, memenangkan dua trofi domestik dan mencapai final Liga Champions, sebelum dilepas dengan nilai fantastis.

Inter Milan mencatatkan salah satu keuntungan transfer terbesar dalam sejarah klub setelah melepas kiper Andre Onana ke Manchester United pada musim panas 2023. Direktur Olahraga Inter, Piero Ausilio, secara terbuka mengakui bahwa kesepakatan senilai €50 juta (sekitar Rp 800 miliar) itu merupakan yang terbaik dalam hal capital gain yang pernah dilakukan klub.
Dalam sebuah wawancara dengan presenter Italia Alessandro Cattelan yang dikutip FcInter1908, Ausilio mengungkapkan kebanggaannya atas transaksi tersebut. “Inter bangga dengan kesepakatan Onana. Jika kita bicara soal capital gain, mungkin Onana adalah yang terbaik. Ia bergabung dengan status bebas transfer dan pergi dengan biaya yang sangat besar. Saya pikir ini mungkin keuntungan modal tertinggi dalam sejarah klub. Hanya kesepakatan seperti Ibrahimovic yang mendekati,” ujarnya.
Onana tiba di Inter dari Ajax pada musim panas 2022 tanpa biaya sepeser pun. Kiper asal Kamerun itu langsung menjadi pilar utama di bawah mistar gawang Nerazzurri. Dalam satu musim berseragam biru-hitam, ia berhasil mempersembahkan satu Piala Super Italia dan satu Coppa Italia, serta membawa Inter melaju hingga final Liga Champions. Performa gemilangnya di Eropa membuat Manchester United tergoda untuk menebusnya dengan harga €50 juta pada Juli 2023.
Keberhasilan Inter dalam memaksimalkan nilai jual Onana menjadi contoh cemerlang strategi transfer klub. Dengan mendatangkan pemain berpotensi tinggi secara gratis, lalu melepasnya di puncak performa, Inter mampu menciptakan keuntungan besar yang bisa digunakan untuk memperkuat skuad. Ausilio juga menegaskan bahwa kebijakan serupa akan terus diterapkan, terutama dalam menghadapi bursa transfer mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, Ausilio memberikan bocoran mengenai rencana Inter untuk musim panas mendatang. Ia mengonfirmasi bahwa bek kanan Denzel Dumfries akan segera bergabung dengan Real Madrid, sementara gelandang andalan Nicolò Barella tidak akan dijual. “Dumfries sedang dalam perjalanan ke Madrid. Barella? Ia tidak ada di pasar,” tegas Ausilio. Keputusan ini menunjukkan bahwa Inter tetap berpegang pada prinsip mempertahankan pemain kunci sambil memanfaatkan peluang pasar untuk pemain yang bernilai jual tinggi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah Onana menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya manajemen aset pemain. Klub-klub di Liga Indonesia pun bisa meniru model ini: merekrut pemain muda berbakat dengan biaya rendah, mengembangkannya, lalu menjual di waktu yang tepat untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Dengan semakin profesionalnya pengelolaan klub di Tanah Air, strategi seperti ini bukan tidak mungkin diterapkan.
Ke depan, Inter Milan diprediksi akan terus aktif di bursa transfer dengan pendekatan yang cermat. Pertanyaan besarnya: mampukah mereka kembali menemukan ‘Onana baru’ yang bisa mendatangkan keuntungan serupa? Atau akankah tren ini berlanjut dengan pemain lain seperti Dumfries? Waktu yang akan menjawab.



