Fenomena Langka: Venus dan Jupiter Berciuman Kosmik, Terlihat dari Indonesia?
Baca dalam 60 detik
- Venus dan Jupiter akan tampak berdekatan di langit malam pada 8-9 Juni, fenomena yang disebut konjungsi.
- Meski terlihat berdempetan, kedua planet sebenarnya berjarak jutaan kilometer; Venus 7,5 kali lebih terang dari Jupiter.
- Pengamat di Indonesia bisa menyaksikan konjungsi ini di arah timur laut setelah matahari terbenam, cuaca cerah mendukung.

Dua planet paling terang di tata surya, Venus dan Jupiter, akan tampak berciuman di langit malam pada 8-9 Juni 2026, sebuah fenomena langka yang dikenal sebagai konjungsi. Meski secara visual terlihat hanya berjarak dua derajat, keduanya sebenarnya terpisah jutaan kilometer di angkasa.
Fenomena ini mencapai puncaknya pada dua malam berturut-turut, saat Venus dan Jupiter muncul bersamaan tak lama setelah matahari terbenam. Menurut National Geographic, planet-planet itu akan cukup terang untuk diamati tanpa alat bantu optik, asalkan langit cerah dan bebas polusi cahaya. Di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, arah pandang yang disarankan adalah timur laut.
Konjungsi Venus-Jupiter bukanlah peristiwa harian. Kedua planet mengorbit matahari dengan periode berbeda, sehingga pertemuan semacam ini hanya terjadi setiap beberapa tahun sekali. Kali ini, Venus yang lebih dekat ke Bumi akan tampak 7,5 kali lebih terang daripada Jupiter, menurut Livescience. Perbedaan kecerahan itu membuat Venus mudah dikenali sebagai titik putih cemerlang, sementara Jupiter berada sedikit di atasnya.
Bagi pengamat langit di Indonesia, momen ini menjadi kesempatan berharga untuk menyaksikan pertunjukan kosmik tanpa perlu peralatan mahal. Namun, tantangan utama adalah cuaca dan polusi cahaya perkotaan. Wilayah dengan langit gelap seperti pegunungan atau pesisir selatan Jawa berpotensi memberikan pemandangan terbaik. Pengamat di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya mungkin perlu mencari lokasi dengan minim cahaya buatan.
Fenomena serupa pernah terjadi pada 2023, namun kali ini jarak sudut yang lebih rapat membuatnya dijuluki "ciuman kosmik". Di media sosial, warga Singapura sudah mulai membagikan foto konjungsi ini, menunjukkan antusiasme publik terhadap peristiwa astronomi. Di Indonesia, komunitas astronomi amatir seperti Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) biasanya mengadakan pengamatan bersama jika cuaca mendukung.
Ke depan, konjungsi Venus-Jupiter berikutnya dengan jarak serupa diperkirakan baru akan terjadi pada 2028. Bagi yang melewatkan momen ini, masih ada kesempatan mengamati konjungsi planet lain, seperti Mars dan Saturnus pada akhir tahun. Pertanyaannya, mampukah langit Indonesia yang kerap mendung memberikan kesempatan bagi para pengamat untuk menyaksikan keindahan alam semesta?



