Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Tahuna, Warga Diimbau Tenang
Baca dalam 60 detik
- Gempa bumi berkekuatan 3,9 magnitudo melanda wilayah Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Rabu siang.
- Pusat gempa berada di laut 185 km barat laut Tahuna dengan kedalaman 10 km, tidak berpotensi tsunami.
- BMKG mengingatkan data awal dapat berubah seiring kelengkapan informasi, masyarakat diminta tetap waspada.
Wilayah Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,9 pada Rabu (10/6/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab.
Berdasarkan rilis resmi BMKG, gempa terjadi pada pukul 11:40:56 WIB dengan episenter terletak di koordinat 5,28 Lintang Utara dan 125,39 Bujur Timur. Pusat gempa berada di laut, sekitar 185 kilometer barat laut Tahuna, dengan kedalaman 10 kilometer. Getaran dirasakan di wilayah sekitar, namun belum ada laporan kerusakan berarti atau korban jiwa.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan persnya menegaskan bahwa gempa ini termasuk kategori dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku. "Meski magnitudonya kecil, masyarakat di pesisir barat laut Sangihe merasakan getaran ringan. Kami mengimbau agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan," ujarnya.
Konteks Indonesia: Wilayah Sulawesi Utara, khususnya Kepulauan Sangihe, memang dikenal sebagai salah satu zona seismik aktif di Indonesia. Pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik menjadikan kawasan ini rawan gempa bumi. Meski gempa kali ini tergolong kecil, masyarakat diimbau untuk selalu mempersiapkan diri, mengingat potensi gempa besar masih mengintai. Pemerintah daerah setempat telah mengaktifkan posko siaga darurat untuk memantau situasi.
BMKG juga mengingatkan bahwa informasi awal gempa bersifat cepat dan masih dapat berubah seiring kelengkapan data. Masyarakat diminta merujuk pada kanal resmi BMKG untuk informasi terkini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada aktivitas gempa susulan yang tercatat.
Ke depan, kolaborasi antara BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah dalam edukasi kebencanaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko. Apakah masyarakat Sangihe sudah cukup siap menghadapi gempa yang lebih besar? Pertanyaan ini perlu dijawab dengan langkah mitigasi yang lebih konkret.



