Curhat ke Prabowo, Siswa Sekolah Rakyat: Bullying Hancurkan Semangat Belajar
Baca dalam 60 detik
- Seorang siswa SMP di Tabanan, Bali, mengaku sempat enggan bersekolah akibat perundungan sejak SD.
- Program Sekolah Rakyat disebut menjadi titik balik yang mengubah kepribadian dan membantunya bangkit.
- Prabowo mendengar langsung kisah ini saat meninjau sekolah, menegaskan peran lingkungan dalam pemulihan korban bullying.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7995288/original/048154000_1780833479-IMG-20260607-WA0119.jpg)
Gede Bagus Abimanyu, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, menceritakan pengalaman pahitnya kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaku kerap menjadi sasaran ejekan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, sehingga sempat putus asa dan tidak mau lagi menginjakkan kaki di kelas.
Dalam pertemuan yang berlangsung di sekolahnya, Minggu (7/6/2026), Bagus mengungkapkan bahwa dirinya dulu adalah anak yang pendiam dan cenderung menyendiri. Kondisi itu membuatnya rentan menjadi target perundungan. “Saya sering diejek karena tidak suka berkumpul dengan teman-teman,” ujarnya. Dukungan orang tua menjadi satu-satunya penopang di tengah tekanan yang ia rasakan.
Perubahan besar terjadi setelah Bagus masuk ke Sekolah Rakyat. Di lingkungan baru itu, ia dipaksa untuk berkenalan dengan orang-orang baru dan melawan trauma masa lalu. Lambat laun, ia belajar disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian. Kini, Bagus bahkan menjadi anggota organisasi Anti-Bullying di sekolahnya, bertekad melindungi teman-teman dari pengalaman serupa.
Menurut Bagus, kunci pemulihan korban perundungan adalah dukungan dan lingkungan yang tepat. “Sehancur-hancurnya anak itu, jika diberikan dukungan dan lingkungan yang tepat, maka anak itu dapat dirakit kembali,” katanya dengan penuh harap. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas program Sekolah Rakyat yang dinilai sangat membantu keluarga kurang mampu seperti dirinya.
Kisah Bagus menjadi cermin nyata bagaimana bullying dapat menghancurkan semangat belajar anak, sekaligus menunjukkan bahwa intervensi yang tepat bisa mengubah arah hidup. Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah hadir sebagai solusi bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, tidak hanya dalam aspek pendidikan tetapi juga pembentukan karakter dan pemulihan psikologis.
Ke depan, tantangan yang dihadapi adalah memastikan program serupa menjangkau lebih banyak daerah dan mampu menciptakan lingkungan yang aman bagi setiap siswa. Apakah kisah Bagus akan menjadi titik awal bagi gerakan anti-bullying yang lebih masif di sekolah-sekolah Indonesia?



