Kecelakaan Maut Sungai Petani: SUV Baru Dikirim, Enam Tewas
Baca dalam 60 detik
- Proton X50 yang baru dibeli terlibat kecelakaan fatal di Sungai Petani, menewaskan enam anggota keluarga.
- Kendaraan dikirim pada hari yang sama dan dikemudikan oleh Ahmad Shafiq, 27 tahun, saat rombongan menuju ziarah kubur.
- Rekaman dashcam menunjukkan SUV masuk jalur berlawanan sebelum bertabrakan dengan lori bermuatan tanah.

Kecelakaan maut di Pinang Tunggal, Sungai Petani, Minggu (7/6) sore, merenggut enam nyawa satu keluarga. Ironisnya, kendaraan sport utility vehicle (SUV) Proton X50 yang terlibat baru saja dibeli dan dikirim pada hari yang sama.
Menurut Ibrahim Ghazali, 39, kerabat korban, mobil tersebut milik Ahmad Fahim Ahmad Shukri, 21, yang turut tewas. Namun saat kejadian, kendaraan dikemudikan oleh kakaknya, Ahmad Shafiq, 27. Rombongan berangkat dari Bertam Putra, Penang, menuju Merbok untuk berziarah ke makam mertua Ibrahim.
Ibrahim menuturkan, putranya yang berusia tujuh tahun, Iskandar Arfan, sangat antusias menaiki mobil baru itu. "Mereka singgah menjemput anak saya. Ia baru selesai makan, langsung cuci tangan dan naik ke SUV," ujarnya. Iskandar Arfan menjadi salah satu korban jiwa.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.45 waktu setempat. SUV tersebut dilaporkan masuk ke jalur berlawanan di jalan lurus sebelum bertabrakan dengan lori pengangkut tanah. Rekaman dashcam yang viral memperlihatkan momen nahas itu.
Selain Ahmad Fahim, Ahmad Shafiq, dan Iskandar Arfan, tiga korban lainnya adalah Nora Mhd Husin, 55 (mertua Ibrahim), Jamaliah Sannusi, 27, dan seorang bayi enam bulan yang belum teridentifikasi. Seorang balita perempuan berusia tiga tahun mengalami luka serius dan dirawat di rumah sakit.
Kecelakaan ini menyoroti risiko kendaraan baru yang belum dikenali pengemudi. Menurut analis keselamatan transportasi, pengemudi seringkali belum terbiasa dengan handling dan respons mobil baru, terutama SUV yang memiliki pusat gravitasi lebih tinggi. Faktor kelelahan atau gangguan sesaat juga tidak dapat dikesampingkan.
Di Indonesia, kasus serupa kerap terjadi. Data Korlantas Polri mencatat ribuan kecelakaan akibat pengemudi yang belum adaptif dengan kendaraan barunya. Edukasi dan masa pengenalan kendaraan menjadi krusial, terutama bagi pengemudi muda.
Polisi setempat masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Rekaman dashcam menjadi barang bukti utama. Pertanyaannya, apakah kecelakaan ini murni human error atau ada faktor teknis pada kendaraan baru? Investigasi lanjutan diharapkan mengungkap tabir duka di balik tragedi Sungai Petani.



