Brasil Panggil Ederson Gantikan Wesley yang Cedera Jelang Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Timnas Brasil kehilangan Wesley karena cedera paha kiri saat uji coba melawan Mesir, memaksa pelatih Carlo Ancelotti memanggil gelandang Atalanta, Ederson, sebagai pengganti.
- Ederson baru mengoleksi tiga caps senior dan akan bergabung dengan skuad Brasil di kamp pelatihan AS, menambah daftar panjang pemain Serie A di Piala Dunia 2026.
- Brasil tergabung di Grup C bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia, dengan laga perdana melawan Maroko pada 13 Juni.
Kabar kurang menyenangkan datang dari kubu Timnas Brasil menjelang putaran final Piala Dunia 2026. Pelatih Carlo Ancelotti dipaksa melakukan perubahan di menit-menit akhir setelah bek sayap andalannya, Wesley, harus absen akibat cedera yang dialaminya dalam laga uji coba kontra Mesir.
Wesley, yang memperkuat AS Roma, mengalami cedera otot paha kiri saat Brasil menang 2-1 atas Mesir akhir pekan lalu. Hasil pemeriksaan medis memastikan pemain berusia 24 tahun itu tidak bisa memperkuat Seleção di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut. Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) menyayangkan kehilangan ini, namun memastikan Wesley tetap menjadi bagian penting dari proyek tim menuju gelar juara dunia keenam.
Sebagai pengganti, Ancelotti memanggil gelandang Atalanta, Ederson. Pemain berusia 26 tahun itu dijadwalkan bergabung dengan skuad Brasil di pusat latihan yang berlokasi di New York dan New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin waktu setempat. Meski baru mencatatkan tiga penampilan bersama tim senior—dengan satu kali menjadi starter dalam laga persahabatan melawan Meksiko hampir dua tahun lalu—Ederson dinilai memiliki kualitas untuk mengisi lini tengah Brasil.
Keputusan ini juga menambah daftar panjang pemain yang berlaga di Serie A Italia yang akan tampil di Piala Dunia edisi kali ini. Dengan lebih dari 60 pemain, liga Italia menjadi salah satu pemasok talenta terbesar untuk turnamen empat tahunan tersebut. Bagi pengamat sepak bola Indonesia, fenomena ini menarik karena menunjukkan betapa dominannya kompetisi Eropa dalam membentuk skuad negara-negara raksasa seperti Brasil.
Brasil sendiri tergabung dalam Grup C yang cukup menantang. Mereka akan memulai perjuangan melawan Maroko pada 13 Juni, disusul Haiti (19 Juni) dan Skotlandia (24 Juni). Laga perdana melawan Maroko diprediksi menjadi ujian berat, mengingat Maroko tampil impresif di Piala Dunia 2022 lalu. Bagi Ancelotti, kehilangan Wesley jelas menjadi pukulan, namun kedalaman skuad Brasil diyakini masih mampu menutup celah tersebut.
Dengan masuknya Ederson, publik Brasil berharap lini tengah tetap solid. Namun, minimnya pengalaman internasional sang gelandang bisa menjadi kerentanan tersendiri saat menghadapi tekanan di panggung dunia. Pertanyaannya, akankah Ancelotti berani memberikan kepercayaan penuh kepada Ederson di laga-laga krusial, atau justru akan mengandalkan pemain lain yang lebih berpengalaman?



