Schalke Gaet Gelandang Timnas Jepang Satoshi Tanaka, Siap Tempur di Bundesliga
Baca dalam 60 detik
- Schalke resmi mendatangkan gelandang bertahan Jepang Satoshi Tanaka dari Fortuna Düsseldorf dengan kontrak hingga 2030.
- Pemain 23 tahun itu dianggap cocok dengan gaya agresif dan dinamis yang dibutuhkan Schalke untuk kembali bersaing di Bundesliga.
- Tanaka akan memulai latihan pramusim awal Juli dan diharapkan menjadi andalan lini tengah Schalke musim depan.

Schalke, yang baru promosi ke Bundesliga, memastikan perekrutan gelandang bertahan timnas Jepang, Satoshi Tanaka, dari Fortuna Düsseldorf. Pemain berusia 23 tahun itu diikat kontrak hingga 2030 dan diharapkan menjadi motor lini tengah klub asal Gelsenkirchen tersebut.
Tanaka sebelumnya bergabung dengan Düsseldorf pada Desember lalu dari Sanfrecce Hiroshima dan mencatatkan 13 penampilan di Bundesliga 2 musim lalu. Meski baru setengah musim di Jerman, performanya cukup menarik perhatian Schalke yang tengah membangun skuad untuk kembali bersaing di kasta tertinggi.
Direktur Sepak Bola Profesional Schalke, Youri Mulder, menilai Tanaka memiliki kualitas yang tepat untuk posisi gelandang bertahan. "Dia agresif tanpa bola, dinamis, dan lincah. Etos kerja serta intensitasnya sangat cocok dengan permainan kami. Kami yakin dia bisa membantu tim di Bundesliga," ujar Mulder.
Tanaka sendiri mengaku terkesan dengan visi permainan Schalke. "Manajemen menjelaskan secara detail bagaimana saya cocok dengan gaya sepak bola mereka di Bundesliga. Itu sangat mengesankan. Saya sangat menantikan latihan perdana awal Juli dan bermain di VELTINS-Arena," kata pemain yang menjalani debut internasional bersama Jepang dalam kemenangan 2-0 atas China pada Juni 2025 itu.
Schalke dijadwalkan memulai latihan pramusim pada 5 Juli 2026. Pertandingan kompetitif pertama mereka adalah putaran pertama DFB Cup melawan Hallescher FC pada 21-24 Agustus, sebelum memulai musim Bundesliga pekan berikutnya. Ini merupakan musim Bundesliga pertama Schalke sejak 2022/23 setelah sempat terdegradasi.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan Tanaka menjadi sorotan karena semakin banyak pemain Asia yang menembus liga top Eropa. Keberhasilan Tanaka beradaptasi di Bundesliga bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola Tanah Air yang bercita-cita berkarier di Jerman. Selain itu, gaya bermain agresif Tanaka bisa menjadi referensi bagi pelatih lokal dalam mengembangkan gelandang bertahan.
Dengan kontrak jangka panjang, Schalke tampaknya menaruh kepercayaan besar pada Tanaka. Pertanyaannya, mampukah ia menjawab ekspektasi dan menjadi pilar utama lini tengah Schalke di Bundesliga? Jawabannya akan mulai terlihat saat kompetisi bergulir Agustus mendatang.



