Perpisahan Guardiola: Amazon Rekam Dua Musim Terakhir Pelatih Legendaris Manchester City
Baca dalam 60 detik
- Amazon Prime Video akan merilis serial dokumenter empat episode yang mengabadikan dua musim terakhir Pep Guardiola bersama Manchester City.
- Serial ini, hasil kerja sama dengan City Studios, menyorot momen emosional kepergian Guardiola serta sejumlah pemain kunci seperti De Bruyne dan Silva.
- Kesepakatan bernilai jutaan pound ini dijadwalkan tayang musim panas 2025 di Inggris dan Irlandia, menandai akhir era di Premier League.

Dua musim terakhir Pep Guardiola sebagai manajer Manchester City akan diabadikan dalam serial dokumenter empat bagian yang diproduksi Amazon Prime Video. Tayangan ini, yang digarap oleh City Studios, menjanjikan gambaran mendalam tentang perpisahan emosional pelatih berusia 55 tahun itu setelah satu dekade penuh trofi di Etihad.
Guardiola resmi meninggalkan City pada akhir musim 2024-25 setelah mengoleksi 20 piala dalam sepuluh tahun masa baktinya. Serial yang diberi judul sementara 'Together' ini merupakan kelanjutan dari empat seri sebelumnya, namun disebut sebagai yang paling ambisius. Menurut Gavin Johnson, direktur media City Football Group, proyek ini melampaui skala dokumenter sebelumnya dan menawarkan perspektif baru tentang klub.
Selain fokus pada kepergian Guardiola, kamera juga merekam momen-momen perpisahan para ikon klub seperti Kevin de Bruyne, Bernardo Silva, dan John Stones. Ketiganya hengkang pada jendela transfer yang sama, menandai perombakan besar skuad. Meski musim 2024-25 berakhir tanpa trofi, City bangkit pada musim berikutnya dengan memenangi Piala FA dan Carabao Cup di Wembley.
Kemitraan City dengan Amazon Prime sebenarnya sudah terjalin sejak 2017, saat klub menandatangani kontrak senilai lebih dari Β£10 juta untuk seri 'All or Nothing'. Arsenal dan Tottenham juga pernah menjadi subjek seri serupa. Namun, proyek kali ini dinilai lebih personal karena menyorot akhir era kepelatihan Guardiola yang telah membawa revolusi taktik dan budaya di Premier League.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, serial ini menjadi tontonan wajib untuk memahami dinamika di balik layar salah satu klub terkaya di dunia. Kepergian Guardiola juga berdampak pada persaingan Liga Champions, di mana klub-klub Asia, termasuk wakil Indonesia, kerap menjadikan City sebagai tolok ukur. Dokumenter ini bisa menjadi bahan analisis bagi pelatih lokal yang ingin meniru filosofi Guardiola.
Belum ada konfirmasi apakah serial ini akan tersedia di platform streaming Indonesia. Namun, mengingat popularitas Premier League di Tanah Air, tidak menutup kemungkinan Amazon akan memperluas distribusinya. Pertanyaan besarnya: mampukah Manchester City mempertahankan dominasi tanpa arsitek utama mereka?



